Operasi Cangkok Hati, Nevan Bocah Penderita Kelainan Hati Bakal Dirujuk ke RSCM

Dokter spesialis anak Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) dr Satrio Wibowo SpA mengatakan, Nevan akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

MALANG KOTA – Selama tiga tahun ini Muhammad Nevan Alfarizi tak bisa beraktivitas layaknya anak-anak kebanyakan. Kelainan pada hatinya telah merenggut keceriaan bocah berusia empat tahun asal Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis, itu. Setelah menahan penderitaan selama bertahun-tahun itu, Nevan punya harapan besar untuk sembuh.

Dokter spesialis anak Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) dr Satrio Wibowo SpA mengatakan, Nevan akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

”Pengurusan surat administrasi sudah dilakukan sejak 16 Oktober 2017. Namun, ketika pasien melakukan kontrol pada tanggal 24 Oktober 2017, surat rujukan tersebut belum jadi. Surat rujuk itu diketahui keluarga pada Rabu (1/11),” kata Satrio kemarin (2/11).

Di RSCM nanti Nevan akan menjalani operasi cangkok hati. ”Saat ini, satu-satunya upaya yang masih dapat ditempuh adalah cangkok hati (transplantasi hati). Di Indonesia, cara ini bisa memberikan harapan hidup,” ujar Satrio.

Dia menjelaskan, Nevan didiagnosa menderita caroli disease. Yakni, penyakit kelainan bawaan (kongenital). Penyakit ini adalah terjadinya gangguan dalam pembentukan saluran empedu pada masa janin. Dampaknya, ada kista yang terbentuk pada saluran di dalam hati maupun di luar hati.



Yang terjadi pada Nevan saat ini, hatinya telah mengeras. Kerusakan pun perlahan terjadi.

Lantas, bagaimana dengan biaya operasi cangkok? Kabarnya, operasi cangkok hati bisa menghabiskan biaya lebih dari Rp 1 miliar. ”Semua ditanggung BPJS. Ini merupakan program nasional. Tapi, untuk biaya hidup (selama menjalani perawatan), tidak ditanggung,” ujar dia.

Sementara itu, ibunda Nevan, Mia Rosmalia, bersyukur akhirnya sang anak bakal dirujuk ke RSCM. Hanya, soal waktu keberangkatan, Mia belum bisa memastikannya. Sebab, sejak Selasa (31/10) sang anak dirawat di RSSA karena terserang diare. ”Nevan masih ngamar (rawat inap). Masih diare. Belum tahu pulangnya kapan,” ujar Mia.

Sebagai informasi tambahan, kisah pilu yang dialami Nevan ini mendapatkan atensi luas dari masyarakat. Beberapa waktu lalu, Jawa Pos Radar Malang membuka pintu donasi sehingga terkumpul uang lebih dari Rp 60 juta. Selain itu, ada pula penghimpunan dana yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat. (nr3/c1/muf)