Omzet Penjual Baju Imlek Pinggir Jalan Turun 50 Persen

KOTA MALANG – Kurang dari 2 pekan, perayaan tahun baru China atau imlek akan datang. Sejumlah pernak-pernik Imlek pun ramai diburu masyarakat. Salah satunya adalah baju cheongsam atau pakaian tradisional perempuan China.

Pakaian ini dicirikan oleh kerah berdiri, membuka sisi kanan, pas pinggang dan tergelincir bawah, yang sepenuhnya dapat memicu keindahan bentuk tubuh perempuan.

Baju anggun yang kebanyakan berwarna merah itu terlihat dijual pedagang pinggiran Jalan Martadinata (dekat Pasar Besar Malang). Erni Sugiani, satu-satunya yang terlihat berdagang di sekitar kawasan itu. Wanita yang berjualan sejak 7 tahun silam ini mengaku sehari-harinya memang menjajakan pakaian tersebut.

Ia menjual baju Cheongsam dengan harga kisaran Rp 55 ribu hingga Rp 110 ribu. Mulai dari baju anak-anak hingga orang dewasa. Pembelinya pun beragam, dari anak sekolah hingga pegawai kantoran.

“Harusnya setiap Imlek ramai. Saya h-1 bulan biasanya sudah ramai. Nggak tahu tahun ini kok sepi. Apa karena ada jual beli online ya. Turunnya hampir 50 persen loh,” ujar wanita berusia 38 tahun tersebut, Selasa (14/1).

Erni Menjelaskan saat perayaan ditahun-tahun sebelumnya ia mendapatkan omzet penjualan baju Cheongsam hingga Rp 20 Juta dalam satu minggu. Akan tetapi, diperayaan tahun ini ia mengaku hanya mendapatkan omzet Rp 2 juta dalam satu minggu.

Secara kuantitas, di perayaan Imlek tahun ini ia hanya menjual paling banyak 10 baju Cheongsam dalam sehari. Sedangkan di tahun lalu ia dapat menjual lebih dari 10 baju dalam sehari.

“Dulu sehari bisa sampai 20-30 baju. Kalau sekarang paling banyak 10 baju. Bahkan pernah sehari itu cuma laku 1,” ungkap warga Muharto itu

Ditanya soal pemasaran via online, Erni mengaku belum pernah terpikir ke arah sana. Pasalnya menurut dia berjualan di online dinilai ribet. Bahkan anaknya yang hobi bermain gadget pun enggan.

“Anak saya yang SMK itu aja juga aras-arasen (enggan) mengurus jual beli online. Ribet, mending ya jualan gini aja rezeki udah ada yang ngatur. Semoga saja H-7 nanti ramai,” harapnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia