Omzet Boonpring Tembus Rp 2,5 Miliar

TUREN – Agaknya tak berlebihan jika menyebut Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, ini sebagai salah satu percontohan desa wisata di Kabupaten Malang. Indikasinya bisa dilihat dari kesuksesan Wisata Boonpring Andeman yang menjadi daya tarik utama di sana. Setiap hari tak kurang dari 3.000 wisatawan yang datang ke sana.

Puncak kunjungan wisatawan ke Boonpring Andeman tersaji awal tahun ini. Total ada 10.250 wisatawan yang tumpah ruah di pusat konservasi bambu tersebut. Direktur BUMDes Kertoraharjo Samsul Arifin menyatakan jika dari target pendapatan tahun lalu sebesar Rp 2 miliar sudah terpenuhi. Bahkan melebihi. Capaiannya berada di angka Rp 2,5 miliar.

”Saat Tahun Baru, dalam sehari saja kami bisa meraih pendapatan bersih Rp 118 juta,” kata Samsul. Untuk tahun ini, pengurus BUMDes Boonpring Andeman belum menentukan target pendapatannya. ”Yang jelas kalau bisa tentu meningkat dari tahun 2018,” sambungnya.

Seperti diketahui, selain menjadi jujukan untuk ekowisata, pihak pengelola juga menyiapkan spot-spot untuk wisata modern di sana. Kini ada tiga unit kolam renang anak dan dewasa yang sudah bisa dinikmati pengunjung. Tiket masuk yang dibanderol pun cukup terjangkau. Yakni, Rp 10 ribu untuk dewasa dan Rp 5 ribu untuk anak-anak.

Selain mengembangkan sektor modern, pengelola Boonpring Andeman juga tetap konsen melakukan upaya konservasi jenis-jenis bambu. ”Sampai sekarang sudah ada 65 jenis bambu yang kami kembangkan. Ke depan masih akan terus kami tambah karena di Indonesia sendiri terdapat lebih dari 200 varietas bambu,” jelas Samsul. Penambahan varietas itu masih sangat dimungkinkan karena luas keseluruhan lokasi wisata di sana mencapai 36.7 hektare. Saat ini baru sepertiganya yang sudah terpakai. ”Sisanya masih sangat luas untuk bisa kami kembangkan menjadi lahan konservasi bambu,” tutupnya.



Pewarta             : Farik Fajarwati
Copy Editor        : Dwi Lindawati
Penyunting         : Bayu Mulya