Omah Tempe jadi Ikon Wisata Baru di Kota Batu

KOTA BATU – Mental tempe acapkali dikonotasikan negatif. Tapi tidak demikian di Desa Beji Kota Batu.

“Mental tempe adalah mental yang merakyat. Lebih baik mental tempe daripada mental kapitalis,” ungkap PJ Kepala Desa Beji Edwin Yogas Patra Harahap,ketika diwawancarai usai meresmikan Omah Tempe di Lapangan Beji, Sabtu dini hari tadi (24/8).

Selama ini, diketahui bahwa Desa Beji menjadi salah satu daerah penghasil tempe dari Kota Batu.

Edwin bersyukur karena Kampung Tempe yang terdapat di Kota Batu sudah mulai merambah pasar hingga ke luar Jawa.

Hal ini dibenarkan oleh Sugeng Arrohman yang merupakan salah satu produsen di Kampung tempe. Ia mengungkapkan, ide Omah Tempe muncul setelah makin banyaknya permintaan pasar terhadap tempe dari Beji.



Tempe tidak hanya dipesan dalam bentuk mentah, tapi juga berbagai olahannya. Mulai dari bakpia sampai puding.

“Tempe kedelai dan tempe kacang berjalan berimbang dalam pemesanannya,” beber Sugeng.

Terpisah, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso berharap Kampung Tempe bisa semakin merambah ke daerah lain di Indonesia bahkan menuju Internasional. “Sebentar lagu kampung tempe akan menjadi pesaing berat bagi Sanan di Kota Malang,” kelakar Punjul saat memberikan sambutan.

Perlu diketahui, Acara peresmian yang berjalan sepanjang malam tersebut juga menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Beji. Karena juga diiringi dengan berbagai macam pertunjukan dari karang taruna.

“Kini wisatawan yang sudah datang ke Batu dan hendak membeli oleh-oleh olahan tempe tidak perlu ke Sanan karena di Kota Batu sudah ada,” terang Imam Suryono Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu.

Dengan bangga ia juga mengungkapkan bahwa wisatawan yang datang di Kampung Tempe juga bisa merasakan sensasi membuat tempe di Omah Tempe. “Berbeda dengan tempat yang lainnya,” tandas Imam.

Pewarta : Choirul Anwar
Foto : Choirul Anwar
Editor :Indra M