22 C
Malang
Sabtu, Februari 17, 2024

Gunakan Kostum Biru, Rumor Pensiun Terbantahkan

BANTUL – Rumor yang menyebut Arema FC mempensiunkan kostum utama dipastikan terbantahkan. Itu setelah kemarin (20/12) mereka kembali menggunakan ‘jubah perang’ dengan warna kebesaran tim. Sebagai informasi, dalam empat laga sebelumnya, Arema FC memang tidak pernah menggunakan kostum utama mereka. Baik itu saat berstatus tuan rumah atau tim tamu.

Tercatat, kostum yang sering dipakai jersey away (putih) dan ketiga (merah). Contohnya ketika mereka melawan Persita Tangerang, beberapa waktu lalu. Karena itu sempat muncul isu jersey biru dipensiunkan. Alasannya karena sejumlah hal. Seperti wujud menghilangkan trauma akibat tragedi Kanjuruhan. Sekaligus, bentuk respect dari tim akan insiden tersebut. ”Kemarin itu sebetulnya masalah teknis saja. Salah satunya mempertimbangkan kenyamanan tim yang bertanding,” kata Manager Store Arema FC Tjiptadi Purnomo.

Baca Juga:  Genjot Publikasi, Imigrasi Kelas I TPI Malang Jalin Kolaborasi dengan Media

Sebab menurutnya, aturannya kedua tim harus menggunakan kostum yang benar-benar berbeda satu sama lain. Tujuan utamanya untuk memudahkan penglihatan pemain di lapangan. Selain itu, dia mengungkapkan umumnya pemilihan kostum juga ditentukan tuan rumah. Artinya, tim tamu harus mempunyai jersey yang warnanya kontra. Contohnya saat Singo Edan berhadapan dengan Persikabo 1973. Ketika itu Arema FC menggunakan kostum merah atau ketiga.

Sedangkan Persikabo 1973 yang menjadi tuan rumah memakai kostum hijau. Berangkat dari itu, dia memastikan tidak ada alasan khusus tidak digunakan jersey home tim di pertandinganpertandingan sebelumnya. ”Yang pasti setiap klub wajib mendaftarkan tiga jersey,” tambah Adi, sapaan karibnya. Sementara itu, menurut Regulasi BRI Liga 1 musim 2022/2023, warna kostum tim itu diatur dalam pasal 44.

Baca Juga:  Presiden Arema FC Resmikan Mess Mewah dan Bus Tim

Di dalamnya tidak ada keterangan yang mengharuskan tuan rumah menggunakan jersey utama. Yang terpenting warna kostum kedua tim kontras. Ada yang gelap, ada yang terang. Aturan itu juga menyebutkan bila semua klub wajib menyediakan minimal dua jersey untuk pertandingan. Bila melanggar aturan tersebut, ada potensi denda senilai Rp 10 juta. (gp/by)

BANTUL – Rumor yang menyebut Arema FC mempensiunkan kostum utama dipastikan terbantahkan. Itu setelah kemarin (20/12) mereka kembali menggunakan ‘jubah perang’ dengan warna kebesaran tim. Sebagai informasi, dalam empat laga sebelumnya, Arema FC memang tidak pernah menggunakan kostum utama mereka. Baik itu saat berstatus tuan rumah atau tim tamu.

Tercatat, kostum yang sering dipakai jersey away (putih) dan ketiga (merah). Contohnya ketika mereka melawan Persita Tangerang, beberapa waktu lalu. Karena itu sempat muncul isu jersey biru dipensiunkan. Alasannya karena sejumlah hal. Seperti wujud menghilangkan trauma akibat tragedi Kanjuruhan. Sekaligus, bentuk respect dari tim akan insiden tersebut. ”Kemarin itu sebetulnya masalah teknis saja. Salah satunya mempertimbangkan kenyamanan tim yang bertanding,” kata Manager Store Arema FC Tjiptadi Purnomo.

Baca Juga:  Didukung Pemain Senior, Arkhan Kembali Moncer

Sebab menurutnya, aturannya kedua tim harus menggunakan kostum yang benar-benar berbeda satu sama lain. Tujuan utamanya untuk memudahkan penglihatan pemain di lapangan. Selain itu, dia mengungkapkan umumnya pemilihan kostum juga ditentukan tuan rumah. Artinya, tim tamu harus mempunyai jersey yang warnanya kontra. Contohnya saat Singo Edan berhadapan dengan Persikabo 1973. Ketika itu Arema FC menggunakan kostum merah atau ketiga.

Sedangkan Persikabo 1973 yang menjadi tuan rumah memakai kostum hijau. Berangkat dari itu, dia memastikan tidak ada alasan khusus tidak digunakan jersey home tim di pertandinganpertandingan sebelumnya. ”Yang pasti setiap klub wajib mendaftarkan tiga jersey,” tambah Adi, sapaan karibnya. Sementara itu, menurut Regulasi BRI Liga 1 musim 2022/2023, warna kostum tim itu diatur dalam pasal 44.

Baca Juga:  Pemain Arema Support Almeida, Optimis Dapat Poin saat Lawan Barito Putera

Di dalamnya tidak ada keterangan yang mengharuskan tuan rumah menggunakan jersey utama. Yang terpenting warna kostum kedua tim kontras. Ada yang gelap, ada yang terang. Aturan itu juga menyebutkan bila semua klub wajib menyediakan minimal dua jersey untuk pertandingan. Bila melanggar aturan tersebut, ada potensi denda senilai Rp 10 juta. (gp/by)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/