31.4 C
Malang
Minggu, April 7, 2024

Kontrak Berakhir, Ini Sepak Terjang Felipe Americo Bersama Singo Edan

JAKARTA – Manajer Arema FC Wiebie Dwi Andriyas memastikan jalinan kerja sama timnya dengan Felipe Americo telah berakhir. ”Direksi dan manajemen memutuskan tidak memperpanjang kontrak Felipe,” kata dia.

Untuk diketahui, hadirnya Felipe ke Arema FC merupakan keinginan manajemen lama. Mereka melihat pelatih kiper asing bisa menjadi solusi untuk meningkatkan performa di sektor bawah mistar gawang. Sebelum kehadiran pria asal Brazil tersebut pada 2020 lalu, performa kiper Singo Edan kurang moncer.

Penampilan para penjaga gawang tampak naik turun sepanjang gelaran Liga 1 musim 2019. Dari 34 penampilan, tim telah kebobolan 62 kali. Kini, setelah Felipe meninggalkan tim, pos pelatih kiper dipegang Jarot Supriadi. Untuk Felipe, Wiebie turut memberi pesan khusus. ”Terima kasih (Obrigado) Felipe,” kata dia.

Baca Juga:  Setelah 2016, Musim Ini Arema FC Akhirnya Punya Momentum Juara

Di tempat terpisah, Felipe membenarkan kabar bila dirinya tidak bersama Arema FC lagi. Dia mengaku sudah berpamitan dengan elemen tim usai laga Arema FC melawan Persikabo 1973, Minggu lalu (19/3/2023). ”Benar. Saya tidak bekerja sama dengan Arema FC saat ini, teman,” kata dia kepada koran ini.

Harus menyudahi perjalanan dengan tim yang sudah terjalin selama tiga tahun, dia mengakui bila itu adalah momen yang cukup mengharukan. ”Saya diberi tahu bahwa kontrak tidak akan diperpanjang. Tapi semuanya baik-baik saja teman,” kata pria asal Brazil tersebut. Dia mengaku cukup puas telah menjadi bagian dari Arema. Apalagi, dia sempat merasakan juara bersama Singo Edan.

Baca Juga:  Dokter Tim Arema FC Keluhkan Jadwal Main Malam

Selama menjadi pelatih kiper Singo Edan, kontribusi Felipe memang cukup banyak. Musim 2021/2022 lalu, dia membantu para kiper mencatatkan rekor clean sheet. Lalu pada era pandemi, dia menjadi pelatih yang rela mengalami penurunan gaji akibat tidak berjalannya Liga 1. ”Saya melakukan pekerjaan ini dengan banyak perhatian dan dedikasi,” kata dia.

Setelah tidak bersama Arema FC, Felipe mengaku tidak akan tergesa-gesa mencari klub pengganti. Dia akan refreshing sejenak dari sepak bola. ”Tetap di Indonesia, lalu setelah itu pulang ke Brazil,” tuturnya. Tiga tahun bersama Arema FC membuat dia menjadi pelatih kiper asing terlama Singo Edan sejak era Liga 1. (gp/by)

 

JAKARTA – Manajer Arema FC Wiebie Dwi Andriyas memastikan jalinan kerja sama timnya dengan Felipe Americo telah berakhir. ”Direksi dan manajemen memutuskan tidak memperpanjang kontrak Felipe,” kata dia.

Untuk diketahui, hadirnya Felipe ke Arema FC merupakan keinginan manajemen lama. Mereka melihat pelatih kiper asing bisa menjadi solusi untuk meningkatkan performa di sektor bawah mistar gawang. Sebelum kehadiran pria asal Brazil tersebut pada 2020 lalu, performa kiper Singo Edan kurang moncer.

Penampilan para penjaga gawang tampak naik turun sepanjang gelaran Liga 1 musim 2019. Dari 34 penampilan, tim telah kebobolan 62 kali. Kini, setelah Felipe meninggalkan tim, pos pelatih kiper dipegang Jarot Supriadi. Untuk Felipe, Wiebie turut memberi pesan khusus. ”Terima kasih (Obrigado) Felipe,” kata dia.

Baca Juga:  Laga Syarat Reuni, Arema FC Lawan Persela Lamongan

Di tempat terpisah, Felipe membenarkan kabar bila dirinya tidak bersama Arema FC lagi. Dia mengaku sudah berpamitan dengan elemen tim usai laga Arema FC melawan Persikabo 1973, Minggu lalu (19/3/2023). ”Benar. Saya tidak bekerja sama dengan Arema FC saat ini, teman,” kata dia kepada koran ini.

Harus menyudahi perjalanan dengan tim yang sudah terjalin selama tiga tahun, dia mengakui bila itu adalah momen yang cukup mengharukan. ”Saya diberi tahu bahwa kontrak tidak akan diperpanjang. Tapi semuanya baik-baik saja teman,” kata pria asal Brazil tersebut. Dia mengaku cukup puas telah menjadi bagian dari Arema. Apalagi, dia sempat merasakan juara bersama Singo Edan.

Baca Juga:  Ada Problem di Bagian Lutut, Bagas Adi Berpotensi Absen di Laga Selanjutnya

Selama menjadi pelatih kiper Singo Edan, kontribusi Felipe memang cukup banyak. Musim 2021/2022 lalu, dia membantu para kiper mencatatkan rekor clean sheet. Lalu pada era pandemi, dia menjadi pelatih yang rela mengalami penurunan gaji akibat tidak berjalannya Liga 1. ”Saya melakukan pekerjaan ini dengan banyak perhatian dan dedikasi,” kata dia.

Setelah tidak bersama Arema FC, Felipe mengaku tidak akan tergesa-gesa mencari klub pengganti. Dia akan refreshing sejenak dari sepak bola. ”Tetap di Indonesia, lalu setelah itu pulang ke Brazil,” tuturnya. Tiga tahun bersama Arema FC membuat dia menjadi pelatih kiper asing terlama Singo Edan sejak era Liga 1. (gp/by)

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/