29.8 C
Malang
Rabu, Februari 14, 2024

Arema FC Makin Berat Bisa Finish di Tiga Besar

BALI – Setelah memastikan target juara terlepas, kini Arema FC juga harus bersiap bila target tampil di kompetisi tingkat Asia tak terpenuhi. Ya, pasca kekalahan di laga sore kemarin (15/3), langkah Tim Singo Edan kian berat.

Seperti diketahui, untuk bisa tampil di kompetisi tingkat Asia, minimal mereka harus finish di urutan ketiga. Kekalahan atas Bali United 1-2 mulai menipiskan peluang mereka. Sampai tadi malam, skuad asuhan Eduardo Almeida masih berkutat di peringkat kelima. Mereka mengumpulkan 58 poin. Jumlah itu bisa berjarak lebih lebar lagi. Sebab Bhayangkara FC yang berada di peringkat keempat punya satu jatah laga lebih sedikit dibandingkan Singo Edan

Sisa laga tim berjuluk The Guardians itu juga cukup ringan. Sebab mereka bakal bertemu tim-tim dari papan bawah. Sejatinya, dalam laga kemarin Dendi Santoso dan kawan-kawan sudah tampil baik dan penuh determinasi. Nyali mereka tak ciut meski yang menjadi lawan adalah pemuncak klasemen sementara BRI Liga 1. Anak asuh Eduardo Almeida juga tidak takut bermain terbuka untuk mendapatkan hasil maksimal.

Namun, akibat dua kesalahan kecil, performa yang lebih baik tersebut tidak berbuah manis. Dua gol yang bersarang ke gawang Adilson Maringa bukanlah hasil dari kombinasi permainan Bali United. Yang pertama gawang Maringa bobol lewat gol bunuh diri Dendi Santoso di pengujung babak pertama. Kedua akibat penalti usai Fabiano Beltrame dinilai melakukan pelanggaran di menit ke-91. Sementara gol Arema FC lahir pada babak pertama lewat penalti di menit ke-32. Meski menelan kekalahan, kredit poin patut diberikan kepada Adilson Maringa. Sebab bila tidak ada kiper asal Brazil tersebut, mungkin gol ke gawang tim Singo Edan bakal lebih banyak lagi.

Baca Juga:  Kuncoro Dapat Dukungan Moril dari Aremania

Dari pengamatan Jawa Pos Radar Malang, kemarin dia melakukan tujuh penyelamatan krusial. Salah satunya saat menghalau tandukan penyerang Bali United Lerby Eliandry pada menit 85. Di sisi lain, kiper Bali United Nadeo Argawinata juga tampil baik dengan mematahkan peluang dari Rizky Dwi Febrianto dan kawan-kawan.

Menanggapi jalannya pertandingan, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida mengaku bila salah satu penyebab kekalahan timnya karena ketidakmampuan pemain dalam memaksimalkan peluang. Saat tertinggal 1-2, dia juga melihat bila para pemain sudah fight dan terus mencoba menambah gol. ”Kami sudah berusaha mengubah skor saat imbang, tapi tidak mendapatkannya,” jelas pria asal Portugal itu.

Dalam upaya membuat gol, Eduardo sudah melakukan beberapa perubahan. Pemain-pemain masuk di babak kedua ditujukan untuk mempertajam lini serang. Namun, sekali lagi peluang yang hadir tidak benar-benar membuahkan hasil. Seperti contohnya peluang dari tendangan bebas Rizky Dwi Febrianto. Lalu juga aksi Ryan Kurnia yang melakukan sepakan dari luar kotak penalti. Karena itu, Eduardo mengaku kecewa dengan kekalahan tersebut. ”Tentu ini hasil yang tidak kami inginkan,” terangnya.

Baca Juga:  Suntik Motivasi Pemain, Manajer Singo Edan Ikut Latihan

Sementara itu, Dendi Santoso juga mengungkapkan penyesalannya terkait hadirnya gol bunuh diri. ”Saya kecewa dengan itu. Saya meminta maaf kepada rekan pemain, pelatih, dan para suporter,” tuturnya. Pasca laga tersebut, dia memastikan bakal segera bangkit untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.

Terpisah, Pelatih Bali United Stefano Cugurra menyebut bila motivasi pemainnya untuk menang lah yang menjadi kunci skuadnya mampu bangkit. ”Bukan laga yang mudah. Tapi para pemain hari ini berusaha menunjukkan yang terbaik sepanjang laga,” terangnya. Di sesi press conference, dia juga memuji penampilan apik dari Adilson Maringa. (gp/by)

BALI – Setelah memastikan target juara terlepas, kini Arema FC juga harus bersiap bila target tampil di kompetisi tingkat Asia tak terpenuhi. Ya, pasca kekalahan di laga sore kemarin (15/3), langkah Tim Singo Edan kian berat.

Seperti diketahui, untuk bisa tampil di kompetisi tingkat Asia, minimal mereka harus finish di urutan ketiga. Kekalahan atas Bali United 1-2 mulai menipiskan peluang mereka. Sampai tadi malam, skuad asuhan Eduardo Almeida masih berkutat di peringkat kelima. Mereka mengumpulkan 58 poin. Jumlah itu bisa berjarak lebih lebar lagi. Sebab Bhayangkara FC yang berada di peringkat keempat punya satu jatah laga lebih sedikit dibandingkan Singo Edan

Sisa laga tim berjuluk The Guardians itu juga cukup ringan. Sebab mereka bakal bertemu tim-tim dari papan bawah. Sejatinya, dalam laga kemarin Dendi Santoso dan kawan-kawan sudah tampil baik dan penuh determinasi. Nyali mereka tak ciut meski yang menjadi lawan adalah pemuncak klasemen sementara BRI Liga 1. Anak asuh Eduardo Almeida juga tidak takut bermain terbuka untuk mendapatkan hasil maksimal.

Namun, akibat dua kesalahan kecil, performa yang lebih baik tersebut tidak berbuah manis. Dua gol yang bersarang ke gawang Adilson Maringa bukanlah hasil dari kombinasi permainan Bali United. Yang pertama gawang Maringa bobol lewat gol bunuh diri Dendi Santoso di pengujung babak pertama. Kedua akibat penalti usai Fabiano Beltrame dinilai melakukan pelanggaran di menit ke-91. Sementara gol Arema FC lahir pada babak pertama lewat penalti di menit ke-32. Meski menelan kekalahan, kredit poin patut diberikan kepada Adilson Maringa. Sebab bila tidak ada kiper asal Brazil tersebut, mungkin gol ke gawang tim Singo Edan bakal lebih banyak lagi.

Baca Juga:  Kuncoro Dapat Dukungan Moril dari Aremania

Dari pengamatan Jawa Pos Radar Malang, kemarin dia melakukan tujuh penyelamatan krusial. Salah satunya saat menghalau tandukan penyerang Bali United Lerby Eliandry pada menit 85. Di sisi lain, kiper Bali United Nadeo Argawinata juga tampil baik dengan mematahkan peluang dari Rizky Dwi Febrianto dan kawan-kawan.

Menanggapi jalannya pertandingan, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida mengaku bila salah satu penyebab kekalahan timnya karena ketidakmampuan pemain dalam memaksimalkan peluang. Saat tertinggal 1-2, dia juga melihat bila para pemain sudah fight dan terus mencoba menambah gol. ”Kami sudah berusaha mengubah skor saat imbang, tapi tidak mendapatkannya,” jelas pria asal Portugal itu.

Dalam upaya membuat gol, Eduardo sudah melakukan beberapa perubahan. Pemain-pemain masuk di babak kedua ditujukan untuk mempertajam lini serang. Namun, sekali lagi peluang yang hadir tidak benar-benar membuahkan hasil. Seperti contohnya peluang dari tendangan bebas Rizky Dwi Febrianto. Lalu juga aksi Ryan Kurnia yang melakukan sepakan dari luar kotak penalti. Karena itu, Eduardo mengaku kecewa dengan kekalahan tersebut. ”Tentu ini hasil yang tidak kami inginkan,” terangnya.

Baca Juga:  Arema FC Lawan Bhayangkara Sore Ini, Dedik Siap Cetak Gol

Sementara itu, Dendi Santoso juga mengungkapkan penyesalannya terkait hadirnya gol bunuh diri. ”Saya kecewa dengan itu. Saya meminta maaf kepada rekan pemain, pelatih, dan para suporter,” tuturnya. Pasca laga tersebut, dia memastikan bakal segera bangkit untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.

Terpisah, Pelatih Bali United Stefano Cugurra menyebut bila motivasi pemainnya untuk menang lah yang menjadi kunci skuadnya mampu bangkit. ”Bukan laga yang mudah. Tapi para pemain hari ini berusaha menunjukkan yang terbaik sepanjang laga,” terangnya. Di sesi press conference, dia juga memuji penampilan apik dari Adilson Maringa. (gp/by)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/