22.1 C
Malang
Minggu, Februari 11, 2024

Modal Minor untuk Dua Derby

Catatan Debut Javier Roca Kembali Tak Berbuah Manis 

KABUPATEN – Dua deja vu terjadi kemarin sore (11/9) di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Pertama, kekalahan 1-2 atas Persib Bandung sama seperti yang terjadi di musim 2020 lalu. Ketika itu Singo Edan juga tumbang di hadapan pendukungnya. Deja vu kedua berlaku untuk Javier Roca. Saat masih menjadi nahkoda Persik Kediri, dia juga membuka laga pertamanya dengan hasil minor.Debut pria asal Chile itu membuat Persik tumbang dengan skor tipis 2-3. 

Kembali mendapat hasil buruk, diakui Javier Roca, menjadi sebuah hal yang tidak disukainya. Sebab, targetnya pada laga kemarin sore adalah menang. ”Tentunya kami sangat kecewa dengan hasil di laga ini (kemarin),” kata pelatih kelahiran tahun 1977 tersebut. Dia mengaku bila timnya sudah melakukan segalanya untuk menang. Namun, akibat kurang tenangnya para pemain Arema FC dalam membongkar pertahanan rapat dari Persib, hasil yang diharapkan akhirnya tak sesuai target. 

”Seharusnya kami lebih sabar lagi dalam menghadapi strategi lawan, yang banyak menumpuk pemain di belakang,” papar eks pemain Persija Jakarta itu. Ya, bila dilihat dari skema permainannya, Persib Bandung memang tampil dengan lebih banyak bertahan. Mereka bisa menumpuk lima pemain di garis pertahanan mereka. Lalu ada empat pemain yang menjaga lini tengah. Alhasil, di sepertiga area mereka, ada sembilan pemain yang mencoba membendung serangan dari Singo Edan. 

Kondisi tersebut cukup menyulitkan anak asuh Javier Roca. Terlebih di lini depan tidak banyaknya opsi striker untuk dia. Sebab Abel Camara masih harus absen karena cedera. Kekalahan atas Persib Bandung kemarin membuat posisi Roca kini terancam. Sebab, menurut klausul kontraknya, jika Singo Edan kalah tiga kali secara beruntun, dia bisa out dari tim. 

Baca Juga:  Banyak Wali Murid dan Siswa Isoman, SMAN 10 Malang Gelar Doa Bersama

Roca mengaku cukup sadar dengan hal tersebut. Karena itu, dia tidak ingin terlalu lama larut dengan kekecewaan. Dia bakal segera bergerak melakukan evaluasi supaya tidak kalah lagi di laga selanjutnya. ”Tentunya saya harus menghadapi kondisi ini dengan berusaha membawa tim ini bangkit,” paparnya. Ke depan, salah satu langkah yang akan dijalaninya yakni fokus meningkatkan psikologi pemain. 

”Fokusnya pada mental pemain dulu. Baru setelah itu menyiapkan diri untuk laga selanjutnya,” paparnya. Dua laga yang menjadi kesempatan terakhir Roca terbilang tak mudah. Sebab Singo Edan akan menjalani dua partai derby. Pertama bertandang ke markas Persik Kediri, 17 September. Kemudian berlanjut dengan menjamu Persebaya Surabaya, 1 Oktober nanti. 

Terpisah, pemain Arema FC Dedik Setiawan juga ingin segera bangkit. ”Pertandingan hari ini (kemarin) kami anggap selesai. Saatnya introspeksi agar ke depan lebih baik,” paparnya. Dia menyebut bila apa yang terjadi di laga kemarin ada unsur kelengahan. Rekan-rekannya terlambat menjaga konsentrasi saat babak kedua dimulai. ”Kondisi itu lalu dimanfaatkan dengan baik oleh Persib untuk menyamakan kedudukan dan berbalik unggul,” jelasnya. 

Padahal, di babak pertama Singo Edan mampu tampil cukup apik. Meski pertahanan Persib Bandung rapat, sesekali mereka bisa menembusnya. Puncaknya terjadi di menit ke 45 lewat sontekan Dedik Setiawan. Bermula dari aksi Jayus Hariono lepas dari kawalan dua pemain Persib, bola kemudian dikuasai Dendi. Tanpa berlama-lama, Dendi mengirimkan bola ke Dedik, yang kemudian disambut dengan tendangan kaki kiri. Bola akhirnya meluncur deras ke gawang gawang kawalan Reky Rahayu. 

Baca Juga:  Sembilan Pemain Arema FC Bisa Mengakhiri Musim Lebih Cepat

Memasuki interval kedua, kondisi permainan Arema FC tidak banyak mengalami perubahan. Mereka harus putar otak untuk membongkar pertahanan lawan. Akibatnya, sangat minim peluang dan shots on goal yang dibuat Singo Edan. Tercatat, hanya dua kali mereka mendapat dua tendangan yang mengarah ke gawang. Salah satunya lewat Hanis Saghara di penghujung pertandingan. 

Umpan-umpan daerah menjadi andalan Persib untuk membangun serangan balik. Upaya itu berbuah dua gol. Pertama lewat Beckham Putra di menit ke-49. Kedua lewat David da Silva di menit ke-88. Selepas laga, Pelatih Persib Bandung Luis Milla mengakui kalau kemenangan yang didapatkan timnya tidak mudah. Pasalnya, di babak pertama dia mengakui bila Arema FC bermain lebih bagus. ”Tapi setelah kami mencoba melakukan pergantian pemain, rencana kami berjalan dan bisa mendapatkan hasil lebih bagus,” tutur dia. 

Dia melakukan pergantian pemain untuk membuat serangan timnya lebih berjalan. Salah satunya dengan menggantikan Febri Hariyadi dengan Beckham Putra. Menurutnya, langkah itu diambil untuk membuat penguasaan bola timnya lebih kuat. Sebab, upaya menusuk lewat sayap tidak berjalan maksimal di babak pertama. 

Memang benar, tidak butuh waktu lama usai Beckham masuk, mereka mampu menyamakan kedudukan. Aliran bola ke depan usai masuknya pemain asal Bandung itu juga berjalan lebih lancar. Mendapatkan kemenangan di Stadion Kanjuruhan menjadi sebuah hal yang di luar perkiraan awalnya. Sebab dia memprediksi bila laga itu berkesudahan dengan hasil imbang. ”Tapi, pemain rupanya punya keinginan menang. Mereka memanfaatkan peluang dengan baik,”terang pelatih asal Spanyol tersebut. (gp/by)

Catatan Debut Javier Roca Kembali Tak Berbuah Manis 

KABUPATEN – Dua deja vu terjadi kemarin sore (11/9) di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Pertama, kekalahan 1-2 atas Persib Bandung sama seperti yang terjadi di musim 2020 lalu. Ketika itu Singo Edan juga tumbang di hadapan pendukungnya. Deja vu kedua berlaku untuk Javier Roca. Saat masih menjadi nahkoda Persik Kediri, dia juga membuka laga pertamanya dengan hasil minor.Debut pria asal Chile itu membuat Persik tumbang dengan skor tipis 2-3. 

Kembali mendapat hasil buruk, diakui Javier Roca, menjadi sebuah hal yang tidak disukainya. Sebab, targetnya pada laga kemarin sore adalah menang. ”Tentunya kami sangat kecewa dengan hasil di laga ini (kemarin),” kata pelatih kelahiran tahun 1977 tersebut. Dia mengaku bila timnya sudah melakukan segalanya untuk menang. Namun, akibat kurang tenangnya para pemain Arema FC dalam membongkar pertahanan rapat dari Persib, hasil yang diharapkan akhirnya tak sesuai target. 

”Seharusnya kami lebih sabar lagi dalam menghadapi strategi lawan, yang banyak menumpuk pemain di belakang,” papar eks pemain Persija Jakarta itu. Ya, bila dilihat dari skema permainannya, Persib Bandung memang tampil dengan lebih banyak bertahan. Mereka bisa menumpuk lima pemain di garis pertahanan mereka. Lalu ada empat pemain yang menjaga lini tengah. Alhasil, di sepertiga area mereka, ada sembilan pemain yang mencoba membendung serangan dari Singo Edan. 

Kondisi tersebut cukup menyulitkan anak asuh Javier Roca. Terlebih di lini depan tidak banyaknya opsi striker untuk dia. Sebab Abel Camara masih harus absen karena cedera. Kekalahan atas Persib Bandung kemarin membuat posisi Roca kini terancam. Sebab, menurut klausul kontraknya, jika Singo Edan kalah tiga kali secara beruntun, dia bisa out dari tim. 

Baca Juga:  Waktu yang Pas Tembus Papan Atas

Roca mengaku cukup sadar dengan hal tersebut. Karena itu, dia tidak ingin terlalu lama larut dengan kekecewaan. Dia bakal segera bergerak melakukan evaluasi supaya tidak kalah lagi di laga selanjutnya. ”Tentunya saya harus menghadapi kondisi ini dengan berusaha membawa tim ini bangkit,” paparnya. Ke depan, salah satu langkah yang akan dijalaninya yakni fokus meningkatkan psikologi pemain. 

”Fokusnya pada mental pemain dulu. Baru setelah itu menyiapkan diri untuk laga selanjutnya,” paparnya. Dua laga yang menjadi kesempatan terakhir Roca terbilang tak mudah. Sebab Singo Edan akan menjalani dua partai derby. Pertama bertandang ke markas Persik Kediri, 17 September. Kemudian berlanjut dengan menjamu Persebaya Surabaya, 1 Oktober nanti. 

Terpisah, pemain Arema FC Dedik Setiawan juga ingin segera bangkit. ”Pertandingan hari ini (kemarin) kami anggap selesai. Saatnya introspeksi agar ke depan lebih baik,” paparnya. Dia menyebut bila apa yang terjadi di laga kemarin ada unsur kelengahan. Rekan-rekannya terlambat menjaga konsentrasi saat babak kedua dimulai. ”Kondisi itu lalu dimanfaatkan dengan baik oleh Persib untuk menyamakan kedudukan dan berbalik unggul,” jelasnya. 

Padahal, di babak pertama Singo Edan mampu tampil cukup apik. Meski pertahanan Persib Bandung rapat, sesekali mereka bisa menembusnya. Puncaknya terjadi di menit ke 45 lewat sontekan Dedik Setiawan. Bermula dari aksi Jayus Hariono lepas dari kawalan dua pemain Persib, bola kemudian dikuasai Dendi. Tanpa berlama-lama, Dendi mengirimkan bola ke Dedik, yang kemudian disambut dengan tendangan kaki kiri. Bola akhirnya meluncur deras ke gawang gawang kawalan Reky Rahayu. 

Baca Juga:  Arema FC Bisa Persingkat Jarak dengan Pemuncak Klasemen Liga 1

Memasuki interval kedua, kondisi permainan Arema FC tidak banyak mengalami perubahan. Mereka harus putar otak untuk membongkar pertahanan lawan. Akibatnya, sangat minim peluang dan shots on goal yang dibuat Singo Edan. Tercatat, hanya dua kali mereka mendapat dua tendangan yang mengarah ke gawang. Salah satunya lewat Hanis Saghara di penghujung pertandingan. 

Umpan-umpan daerah menjadi andalan Persib untuk membangun serangan balik. Upaya itu berbuah dua gol. Pertama lewat Beckham Putra di menit ke-49. Kedua lewat David da Silva di menit ke-88. Selepas laga, Pelatih Persib Bandung Luis Milla mengakui kalau kemenangan yang didapatkan timnya tidak mudah. Pasalnya, di babak pertama dia mengakui bila Arema FC bermain lebih bagus. ”Tapi setelah kami mencoba melakukan pergantian pemain, rencana kami berjalan dan bisa mendapatkan hasil lebih bagus,” tutur dia. 

Dia melakukan pergantian pemain untuk membuat serangan timnya lebih berjalan. Salah satunya dengan menggantikan Febri Hariyadi dengan Beckham Putra. Menurutnya, langkah itu diambil untuk membuat penguasaan bola timnya lebih kuat. Sebab, upaya menusuk lewat sayap tidak berjalan maksimal di babak pertama. 

Memang benar, tidak butuh waktu lama usai Beckham masuk, mereka mampu menyamakan kedudukan. Aliran bola ke depan usai masuknya pemain asal Bandung itu juga berjalan lebih lancar. Mendapatkan kemenangan di Stadion Kanjuruhan menjadi sebuah hal yang di luar perkiraan awalnya. Sebab dia memprediksi bila laga itu berkesudahan dengan hasil imbang. ”Tapi, pemain rupanya punya keinginan menang. Mereka memanfaatkan peluang dengan baik,”terang pelatih asal Spanyol tersebut. (gp/by)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/