29.2 C
Malang
Senin, Februari 19, 2024

Anggaran Jadi Problem Kota Malang untuk Bidik Tiga Besar Ajang Porprov

MALANG KOTA – Dari tiga daerah di Malang raya, kontingen Kota Malang tampak paling serius dalam menatap ajang pekan olahraga provinsi (Porprov) 2022. Itu bisa dilihat dari total anggaran yang telah disiapkan pemkot. Meski masih pandemi, mereka tetap menaikkan jumlah dana untuk persiapan seluruh cabang olahraga (cabor). Totalnya senilai Rp 18,5 miliar. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Porprov tahun 2019 lalu. Sebab saat itu dana yang disediakan pemkot berkisar di angka Rp 12,5 miliar.

Dibandingkan dua daerah lainnya, nominal anggaran itu adalah yang terbanyak (selengkapnya baca grafis). Dengan anggaran sebesar itu, KONI Kota Malang bisa dipastikan mampu memenuhi seluruh kebutuhan cabor yang dipersiapkan turun di ajang Porprov. Mulai dari uang transport untuk atlet, kebutuhan tambahan nutrisi, honorarium pelatih, hingga menggelar try out ke luar daerah. ”Jadi anggaran yang kami butuhkan itu sudah bisa terdata dengan baik, karena kami sudah mempunyai sistem apa saja yang dibutuhkan oleh atlet dan pelatih,” kata Ketua Umum KONI Kota Malang Eddy Wahyono.

Baca Juga:  Terima Kasih, Keluhan Jalan Rusak di Mergan Direspon Pemkot Malang

Untuk diketahui sebelumnya, Porprov tahun ini kabarnya bakal digelar di empat kabupaten. Yakni di Jember, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo. Kabarnya, ajang itu bakal mulai digelar 25 Juni hingga 3 Juli nanti. Sebagai bentuk persiapan, KONI Kota Malang memastikan bila semua kebutuhan cabor telah terpenuhi. Selanjutnya, mereka bakal menuntut para atlet untuk bisa mengharumkan nama Kota Malang di tingkat provinsi. ”Kami dengan cabor itu profesional. Apa yang mereka raih tergantung prestasi yang didapat. Jadi kami hargai raihan prestasi mereka,” tambah Eddy.

Pada Porprov tahun ini, KONI Kota Malang berharap mampu memperbaiki catatan dari ajang serupa di tahun 2019 lalu. Saat itu, mereka finish di urutan keempat. ”Namun kami belum menentukan atlet jumlahnya berapa. Itu kira-kira bisa diketahui pertengahan bulan ini. Sementara yang masuk dalam pemusatan latihan masih ada 580 atlet,” ungkapnya. Dia menambahkan, tahap penentuan atlet yang diturunkan bakal dilakukan tim Satgas Porprov Kota Malang. Dasarnya yakni rapor dari atlet selama menjalani pemusatan latihan di masing-masing cabor.

Baca Juga:  RSSA Malang Akui Ada Pasien Covid-19 yang Kabur, Ternyata Seorang Ibu yang Baru Melahirkan

Sejauh ini memang ada beberapa cabor yang diunggulkan menjadi lumbung medali. Seperti cabor balap sepeda, sepatu roda, tinju, dance sport, dan atletik. Nomor-nomor tersebut diharapkan bisa mengatrol perolehan medali dari kontingen Kota Malang. Selain itu, KONI Kota Malang juga tetap berharap kepada cabor lain untuk mendulang medali.
”Karena itu paling tidak kami targetkan masuk tiga besar. Minimal tidah boleh keluar dari urutan lima besar. Karena slogan kami sudah jelas, prestasi harga mati,” tegas Eddy. (adk/gp/by)

MALANG KOTA – Dari tiga daerah di Malang raya, kontingen Kota Malang tampak paling serius dalam menatap ajang pekan olahraga provinsi (Porprov) 2022. Itu bisa dilihat dari total anggaran yang telah disiapkan pemkot. Meski masih pandemi, mereka tetap menaikkan jumlah dana untuk persiapan seluruh cabang olahraga (cabor). Totalnya senilai Rp 18,5 miliar. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Porprov tahun 2019 lalu. Sebab saat itu dana yang disediakan pemkot berkisar di angka Rp 12,5 miliar.

Dibandingkan dua daerah lainnya, nominal anggaran itu adalah yang terbanyak (selengkapnya baca grafis). Dengan anggaran sebesar itu, KONI Kota Malang bisa dipastikan mampu memenuhi seluruh kebutuhan cabor yang dipersiapkan turun di ajang Porprov. Mulai dari uang transport untuk atlet, kebutuhan tambahan nutrisi, honorarium pelatih, hingga menggelar try out ke luar daerah. ”Jadi anggaran yang kami butuhkan itu sudah bisa terdata dengan baik, karena kami sudah mempunyai sistem apa saja yang dibutuhkan oleh atlet dan pelatih,” kata Ketua Umum KONI Kota Malang Eddy Wahyono.

Baca Juga:  8 Trayek Angkot Menolak Satu Arah

Untuk diketahui sebelumnya, Porprov tahun ini kabarnya bakal digelar di empat kabupaten. Yakni di Jember, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo. Kabarnya, ajang itu bakal mulai digelar 25 Juni hingga 3 Juli nanti. Sebagai bentuk persiapan, KONI Kota Malang memastikan bila semua kebutuhan cabor telah terpenuhi. Selanjutnya, mereka bakal menuntut para atlet untuk bisa mengharumkan nama Kota Malang di tingkat provinsi. ”Kami dengan cabor itu profesional. Apa yang mereka raih tergantung prestasi yang didapat. Jadi kami hargai raihan prestasi mereka,” tambah Eddy.

Pada Porprov tahun ini, KONI Kota Malang berharap mampu memperbaiki catatan dari ajang serupa di tahun 2019 lalu. Saat itu, mereka finish di urutan keempat. ”Namun kami belum menentukan atlet jumlahnya berapa. Itu kira-kira bisa diketahui pertengahan bulan ini. Sementara yang masuk dalam pemusatan latihan masih ada 580 atlet,” ungkapnya. Dia menambahkan, tahap penentuan atlet yang diturunkan bakal dilakukan tim Satgas Porprov Kota Malang. Dasarnya yakni rapor dari atlet selama menjalani pemusatan latihan di masing-masing cabor.

Baca Juga:  Terima Kasih, Keluhan Jalan Rusak di Mergan Direspon Pemkot Malang

Sejauh ini memang ada beberapa cabor yang diunggulkan menjadi lumbung medali. Seperti cabor balap sepeda, sepatu roda, tinju, dance sport, dan atletik. Nomor-nomor tersebut diharapkan bisa mengatrol perolehan medali dari kontingen Kota Malang. Selain itu, KONI Kota Malang juga tetap berharap kepada cabor lain untuk mendulang medali.
”Karena itu paling tidak kami targetkan masuk tiga besar. Minimal tidah boleh keluar dari urutan lima besar. Karena slogan kami sudah jelas, prestasi harga mati,” tegas Eddy. (adk/gp/by)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/