Olahraga Sesuai Keluhan Kesehatan

JawaPos.com – Setelah melewati serangkaian tes, baru ditentukan jenis dan porsi olahraga yang tepat. Berikut ini beberapa contoh jenis olahraga dan porsi sesuai kebutuhan yang paling umum terjadi sebagaimana dijelaskan oleh Managing Director Puraforma Clinic dr Fanny Imannuddin M.Biomed (AAM) ABAARM.

Obesitas – Tubuh dikatakan obesitas jika percentage body fat (PBF) di atas 32 persen untuk perempuan dan 25 persen untuk pria. Olahraga yang sesuai adalah light cardio. Misalnya, jalan cepat selama 5–10 menit. Kemudian, latihan dynamic stretch berupa squats, lunges, dan dynamic plank selama 10–15 detik. American Heart Association juga menganjurkan penderita obesitas melakukan moderate physical exercise. Di antaranya, jalan kaki cepat (4 mil), bersepeda ringan (1.012 mph), dan bulu tangkis sebagai permainan atau tenis berpasangan.

Jantung Lemah – Hindari push-up dan sit-up karena akan makin mengganggu fungsi jantung dan otot. Tak disarankan berolahraga di lingkungan yang terlalu dingin atau panas karena bisa memengaruhi sirkulasi darah, kesulitan bernapas, dan nyeri dada. Disarankan melakukan treadmill ringan di dalam ruangan. Jangan sampai dehidrasi.

Osteoartritis (OA) – Pasien OA difokuskan ke latihan penguatan otot-otot tungkai bawah, seperti squat. Semakin kuat otot, stabilitas sendi akan bertambah. Nyeri sendi akibat OA juga bisa berkurang. Contohnya, angkat beban secara umum di tungkai bawah dengan kenaikan beban gradual atau bertahap.

Hipertensi – Lebih difokuskan untuk meningkatkan kapasitas kerja jantung dan pembuluh darah. Misalnya, senam, joging, bersepeda, dan berenang. Olahraga angkat beban boleh dilakukan, tapi harus diawasi tenaga profesional. Jangan lupa untuk menyesuaikan dosis obat hipertensi sebelum dan selama olahraga berlangsung.

Catatan: Untuk setiap kebutuhan yang berbeda, disarankan melakukan interval training. Artinya, tidak setiap hari berlatih. Beri waktu untuk tubuh beristirahat dan melewati masa perbaikan otot.(ayi)