Olahan Sampah Popok Diacungi Jempol

ORO-ORO OMBO – Kampanye kebersihan daerah aliran sungai (DAS) menggema di Kota Batu kemarin (5/12). Bertepatan dengan puncak acara Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) 2019 di Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu.

Secara khusus, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, dia awalnya menyampaikan bila DAS itu merupakan kawasan di pinggir gunung dalam luasan yang cukup besar.

Kelestariannya wajib menjadi tanggung jawab bersama. Agar DAS membawa kemanfaatan bagi warga, saat ini Kementerian LHK tengah aktif mendukung penanaman pohon yang produktif. Salah satu contohnya yakni kacang macadamia.

”Contoh real-nya 4.500 bibit macadamia akan ditanam hari ini (kemarin),” kata dia. Jika petani hutan kompak menanam macadamia, dia optimistis perputaran uang bakal berjalan lancar. ”Prediksinya pendapatan per hektare bisa mencapai Rp 1 miliar, dan ini hal yang positif,” imbuhnya.

Khusus untuk upaya menjaga DAS, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap Kota Batu bisa dijadikan contoh. Dia lantas menyebut bila sampah popok bayi di Kota Batu saat ini sudah bisa diubah menjadi barang yang berharga.

Seperti pot bunga. ”Itu akan jadi referensi untuk daerah lain terkait bagaimana menjaga lingkungan dan mendapatkan hasil dari itu,” kata Khofifah.

Hal serupa turut disampaikan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. ”Di kami memang sudah ada kelompok yang menjadikan popok bayi itu menjadi pot-pot yang indah.

Sehingga nantinya se-Jatim bisa meniru, sungai bisa bersih dari popok juga,” kata dia. Secara khusus, dia sepakat bila upaya menjaga kelestarian DAS menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama.

Pewarta : Ulfa Afrian
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya