Olah TKP Penemuan Mayat Mutilasi Pasar Besar Malang, Ini Fakta Baru Temuan Polisi

Salah satu lokasi di Pasar Besar yang kini menyita perhatian karena kasus mutilasi

KOTA MALANG – Pelaku pembunuhan dan mutilasi seorang wanita yang menggegerkan di Pasar Besar Malang (PBM) kemarin (14/5) diduga menggunakan pisau besar dan panjang untuk menghabisi korbannya. Hal ini disampaikan oleh Kasi Inafis Polda Jatim, Kompol Adrial saat diwawancarai awak media di Tempak Kejadian Pekara (TKP) siang ini (15/5).

Seperti yang diketahui, tubuh wanita yang diprediksi berusia 34 tahun tersebut dipotong menjadi 6 bagian. Yakni kepala, tubuh, kedua tangan dan kaki. Dari observasi tim Inafis Polda Jatim, sayatan yang dihasilkan pelaku diindikasi menggunakan pisau besar dan panjang karena sayatannya sangat rapi.

“Sayatannya ini rapi ya sepertinya alat yang digunakan sangat tajam, besar, dan panjang. Selain itu, hasil potongan di sendi-sendinya ini kelihatan dilakukan oleh seorang yang sudah terlatih atau profesional,” bebernya.

Menurutnya, memang tak terlalu susah memotong bagian lengan, sebab bagian sendi-sendinya mudah dipatahkan. Meski begitu, pemotongan yang dilakukan seorang yang tidak terlatih tidak akan serapi itu.

Dugaan lain saking rapinya potongan tubuh ini, pelaku kemungkinan memotong tubuh korban dengan kepala dingin dan direncanakan. Pasalnya jika memang dengan emosi, bekas sayatan yang dihasilkan akan sedikit abstrak. Sedangkan dari bukti kertas wasiat yang ditemukan pun membuat persepsi bahwa pelaku telah mempersiapkannya jauh-jauh hari, karena tidak ditemukan bercak darah sedikitpun.



“Ada juga spanduk yang kami temukan dengan bercak darah. Kemungkinan spanduk ini menjadi alas eksekusi pelaku,” tambahnya.

Sampai sore ini belum ada titik terang mengenai identitas korban dan motif pelaku. Pihak Inafis Polres Makota sedang mendalami identitas korban dengan bantuan Inafis Jatim. Pendalaman ini selain menggunakan hasil otopsi juga dengan meneliti barang bukti di TKP diantaranya pakaian wanita hingga sandal.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia