Oktober–November, Momen Terbaik Panen Madu

KOTA BATU – Ditemui koran ini kemarin (24/3), Juarno, 53, tampak sibuk mengecek sejumlah sarang tawon di lahan ternak miliknya, di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. Dunia peternakan tawon memang sudah dikenalnya sejak lama. Juarno sudah memiliki usaha tersebut sejak tahun 2005. Sebelumnya, dia juga sempat menjadi pegawai ternak tawon di tahun 1992.

Kini, dalam satu tahun, dia mengaku bisa menghasilkan madu tawon sebanyak 45 hingga 50 kilogram. Masa panen terbaik menurut dia ada pada bulan Oktober dan November. ”Karena tawon ini mendapatkan madu dari bunga tertentu. Bunganya itu dari pohon randu dan bunga ekaliptus,” kata dia.

Kendala yang sering dia hadapi ialah cuaca. Saat cuaca tak mendukung, bunga-bunga yang dibutuhkan oleh tawon itu tidak akan bermekaran. Alhasil jumlah madu yang bisa didapatkannya juga menurun. Awal membuka usahanya, Juarno memiliki 50 kotak penyimpan sarang tawon. Kini jumlahnya sudah ada 150 kotak.

”Per kotak isinya 10 ribu tawon pekerja, satu ratu tawon dan 100 jantan,” imbuhnya. Madu murni yang dihasilkannya pun dihargai cukup tinggi.

Per 650 mililiter, dia membanderolnya dengan harga Rp 125 ribu. ”Banyak yang pesan (dari luar kota). Biasanya wisatawan ke sini dan beli untuk dibawa ke kampung halamannya,” tutup warga Kelurahan Sisir tersebut.



Pewarta               : Miftahul Huda
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Bayu Mulya
Fotografer          : Miftahul Huda