Oknum Guru Cabul SDN Kauman 3 Malang Mangkir dari Panggilan Polisi

JawaPos.com- IM, oknum guru yang diduga melakukan pencabulan terhadap puluhan murid di SDN Kauman 3 Malang mangkir dari panggilan Polres Malang Kota (Makota). Dia seharusnya menjalani pemeriksaan pada hari ini, Jumat (22/2).

Kasubag Humas Polres Malang Kota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengatakan, hingga saat ini IM belum juga hadir ke Mapolres Malang Kota. Padahal, sudah dijadwalkan sebelumnya.

“Terlapor saat ini masih belum hadir, kemungkinan tiga hari lagi kami akan memberikan surat undangan. Mudah-mudahan pada Senin nanti terlapor bisa menghadiri undangan Polres Malang Kota,” ujarnya.

Sebelumnya, IM dijadwalkan menjalani pemeriksaan untuk menggali keterangan lebih dalam terkait dugaan kasus asusila ini. “Pemanggilan terlapor untuk menggali apakah benar masalah pencabulan dilakukan olehnya,” tuturnya.



Jika pada pemanggilan selanjutnya IM masih tidak memenuhi panggilan, maka penyidik bakal menerbitkan surat perintah untuk membawanya ke kantor polisi. IM bisa dijemput paksa jika memang dirinya tidak kooperatif selama mendapat dua kali panggilan pemeriksaan.”Nanti kalau misalnya surat undangan kedua masih tidak hadir, Polres Malang Kota bisa melakukan penjemputan ke rumah terlapor,” ungkapnya.

Selain IM, perwakilan Dinas Pendidikan juga tidak hadir dalam pemeriksaan hari ini. Tujuan pemanggilan itu juga sama, yakni untuk mengorek keterangan lebih dalam terkait rekam jejak terlapor. “Untuk Dinas Pendidikan ini juga dijadwalkan lagi dipanggil Senin,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang oknum guru olahraga di SDN Kauman 3 Malang berinisial IM melakukan dugaan pencabulan terhadap sejumlah murid. Wali Kota Malang Sutiaji sempat melakukan sidak ke sekolah tersebut untuk melakukan klarifikasi, Senin (11/2).

Bahkan, Komnas Perlindungan Anak turut turun tangan untuk menuntaskan kasus ini. Saat ini, pelaku diketahui sudah dikenai sanksi oleh Dinas Pendidikan Kota Malang. Diduga, terdapat puluhan murid yang menjadi korban pencabulan itu. Hingga saat ini baru ada dua wali murid yang melaporkan dugaan kasus pencabulan ini.

Editor           : Dida Tenola

Reporter      : Fiska Tanjung