Oknum Guru Asusila Resmi Tersangka

MALANG KOTA – Setelah melakukan pemeriksaan maraton terhadap 20 saksi, polisi akhirnya menetapkan IM, oknum guru SDN Kauman 3 yang dituduh asusila, sebagai tersangka. Sebelumnya, dia dilaporkan ke Polres Malang Kota pada 25 Januari 2019 oleh puluhan wali murid karena kerap berbuat tak senonoh kepada anak didiknya.

Atas laporan ini, dinas pendidikan pun langsung bereaksi dengan melakukan pemeriksaan internal. Setelah ada pengakuan dari IM, yang bersangkutan langsung masuk ”karantina”. Dia dilarang mengajar lagi dan dibina di kantor disdik.

Kasus ini pun memantik perhatian Wali Kota Malang Sutiaji. Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang ini, sekitar seminggu setelah adanya laporan polisi langsung melakukan investigasi ke SDN Kauman 3. Kesimpulannya, memang ada kejadian tak pantas yang dilakukan IM.

Di sisi lain, pihak wali murid yang menjadi korban bersama sejumlah aktivis mahasiswa terus mendesak polisi untuk menuntaskan kasus yang sempat mencoreng dunia pendidikan ini. Bahkan ratusan mahasiswa menggelar demo di depan kantor dinas pendidikan dan Mapolres Malang Kota 18 Februari. Mereka menuntut polisi untuk mengusut tuntas. Kasus ini juga membetot perhatian Komisi Nasional Perlindungan Anak. Ketuanya, Arist Merdeka Sirait, sampai datang ke Mapolres Malang Kota untuk mengawal kasus ini. ”Berdasarkan gelar perkara dan sejumlah pertimbangan yang sudah matang. Status tersangka kami tetapkan,” ujar Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna.

Dia menambahkan, sebelumnya, 20 saksi juga sudah dimintai keterangan. Artinya, status tersangka itu bukan karena pihaknya mendapat intervensi dari manapun.

Proses dari laporan hingga menjadi tersangka cukup lama, lebih dari dua bulan karena butuh banyak keterangan saksi. Termasuk menunggu hasil visum dari kepolisian. Setelah dianggap semua keterangan lengkap, maka polisi menetapkan oknum guru olaharaga itu sebagai tersangka.

Meski begitu, polisi tidak langsung menahan IM. Alasannya, karena yang bersangkutan selama ini  kooperatif. ”Tapi kami akan terus melakukan pemeriksaan,” pungkasnya.

Pewarta               : Fajrus Shidiq
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Abdul Muntholib