Oknum Dewan Tersandung Kasus Hukum

KEPANJEN Belum genap sebulan setelah dilantik pada 20 Agustus lalu, KC, salah satu anggota DPRD Kabupaten Malang, sudah mendapat masalah hukum. Selasa lalu (10/9), dia dilaporkan S, warga Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang, yang diketahui merupakan istri sirinya.

Pelaporan dilakukan karena KC diduga terlibat dalam kasus pencemaran nama baik berupa penyebaran foto bugil dari korban. Dahri Abd Salam, kuasa hukum S, memimpin pelaporan dugaan kasus tersebut ke Polres Malang Selasa siang (10/9).

”Tentu klien saya tidak terima dengan hal ini,” kata dia. Dahri lantas menjelaskan bila penyebaran foto bugil kliennya dilakukan oleh EW, istri sah dari KC. Keduanya akhirnya sama-sama dilaporkan ke Polres Malang.

Lawyer dari Abdussalam & Associates Law Firm itu juga menjelaskan bila pada Agustus 2018, kliennya telah dinikahi KC dengan bantuan seorang ustad di Prigen, Pasuruan. Perkenalan keduanya sudah berlangsung sejak Maret 2018.

KC diduga sering mengajak S bertemu ketika ada kunjungan kerja dewan ke luar daerah. ”Bahkan, pada Maret itu juga, dia (S) sampai berhubungan badan dengan KC di salah satu hotel berbintang di Surabaya,” sambung Dahri. Selang beberapa waktu kemudian, hubungan gelap keduanya diketahui oleh EW.



”Selain menyuruh agar menjauhi suaminya, EW ternyata juga mengirim foto S yang didapat dari ponsel KC,” imbuhnya. Dahri mengatakan, kliennya sebenarnya sudah meminta agar foto tersebut dihapus.

Sejak saat itu pula, S diketahui mulai menjauh dari KC. ”Begitu pun ketika diajak berhubungan badan, pihaknya tidak pernah mau lagi,” imbuhnya. Dahri juga menjelaskan bila kliennya sempat dilaporkan oleh KC atas dugaan penipuan dan penggelapan uang.

Dia lantas menjelaskan bila pelaporan itu dasarnya yakni pemberian uang yang pernah dilakukan terlapor, tapi seiring berjalannya waktu, KC diketahui meminta kembali uang tersebut.

Kubu S diketahui tidak hanya membawa dugaan kasus tersebut ke Polres Malang saja. Mereka juga berkirim surat ke kantor partai dari KC, yakni kantor DPC PKB Kabupaten Malang. ”Tuntutan kami ke DPC PKB, meminta yang bersangkutan diberhentikan dari jabatan sebagai anggota dewan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PKB Kabupaten Malang Muslimin mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait dugaan kasus tersebut. Menurut dia, hari ini (12/9), pihak DPC PKB akan melakukan rapat internal untuk membahas permasalahan tersebut. Dia mengaku bila pihaknya juga akan membentuk tim investigasi.

”Kami akan rapat dulu dan mencari kelengkapan data dulu terkait kasus tersebut,” terang dia. Hal senada juga disampaikan Wakil Pimpinan Sementara DPRD Kabupaten Malang Kholiq.

”Saya belum bisa komentar, Mbak, karena ini cukup rawan,” terang dia via pesan singkat pada koran ini. Politikus yang juga kader dari PKB itu juga menjelaskan bila pengurus DPC belum mengetahui detail masalah tersebut. (hqq/iik/c2/by)

Pewarta : Imron Haqiqi, Farik Fajarwati
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya