OJK Nilai Ada Kejanggalan Pada Kasus Uang Raib di ATM

MALANG KOTA – Menanggapi kasus raibnya uang Rp 16 juta dari tiga rekening berbeda, pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang menilai ada yang janggal. Yakni, dari pengakuan Rita Hanafie, dia sudah mengganti nomor PIN, tapi masih saja uangnya di rekening dibobol juga.

”Aturannya jika sudah ganti PIN, otomatis tabungannya terproteksi. Jadi, kalau dapat SMS notifikasi penggunaan dana, mungkin harus benar-benar diingat lagi siapa saja yang ada di dekatnya,” terang Kepala OJK Malang Widodo kemarin (23/3).

Menurut dia, tidak mudah bagi bank langsung menentukan apakah Rita benar-benar korban skimming atau tidak.

”Jadi, bank itu kalau ada laporan, sudah sama-sama cek CCTV. Jika cek orang terdekat korban juga nihil, pihak bank harus melakukan investigasi. Mulai cek gerai ATM dan sistem mereka apakah benar-benar ada alat skimming atau tidak,” ujar Widodo.

Jika benar ada tindakan skimming, pihak bank akan langsung mengganti uang korban sebanyak apa pun uang yang hilang di akun nasabah.



”Tapi, sementara kami lihat dulu laporannya seperti apa, sebanyak apa nantinya, kami sama-sama mengawasi,” ujarnya.

Widodo juga menambahkan, jika ada korban yang merasa belum puas dengan tanggapan pihak bank, bisa lapor OJK. ”Syaratnya, laporan bank dulu,” imbuh pria yang sebelumnya bertugas di Nusa Tenggara ini.

Pewarta: Gigih Mazda & NR2
Penyunting: Abdul Muntholib
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Jawa Pos