OJK Dorong Perusahaan Efek Buka Kantor Cabang di Daerah

KOTA MALANG – Mengacu data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah investor pasar modal baru sekitar 1 juta orang saja. Angka tersebut tak sampai 0,5 persen dari total populasi penduduk Indonesia.

Bila ditelisik lagi, investor saham itu kebanyakan berdomisili di wilayah perkotaan. Terutama Jakarta. Sementara di daerah, apalagi pedesaan, masih minim sekali jumlahnya.
Deputi Pengawas Pasar Modal I OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Djustini Septiana mengatakan, rendahnya jumlah investor ini salah satunya dipicu minimnya penetrasi yang dilakukan perusahaan efek.

Perusahaan efek baru membidik investor yang tinggal di perkotaan saja. “Hal ini berbanding terbalik dengan besarnya penetrasi layanan jasa perbankan hingga ke pelosok daerah di Indonesia melalui Bank Perkreditan Rakyat,” kata Djustini, dalam acara Bincang Santai Pasar Modal Bulan Inklusi Keuangan 2019, di Kantor OJK Malang, Jumat (15/11).
Padahal menurut Djustini, orang desa justru punya potensi besar menjadi ‘pemain’ di pasar modal. Meski tinggal di pedesaan, secara finansial banyak yang lebih baik ketimbang mereka yang tinggal perkotaan.
“Sebenarnya orang desa itu lebih banyak uang dari pada orang kota. Di kota orang cuma pintar muter uang, kalau di desa ya paling di bank kalau nggak di bawah bantal,” lanjutnya.
Djustini pun mendorong perusahaan efek untuk membuka kantor cabang di daerah. Tujuannya agar sosialisasi lebih gencar dilakukan ke daerah-daerah. “Semakin dekat kantornya kan semakin gampang untuk mengedukasi. Ini juga untuk menghindari investasi bodong yang marak di pedesaan,” imbuhnya.

Hal ini menurutnya juga untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan pekerjaan baru di daerah. Serta mengakselerasi pertumbuhan dan pemerataan jumlah investor retail di daerah.

“Sosialisasi dan promosi pendirian Perusahaan Efek Daerah telah kami lakukan 6 kali. Diantaranya di Padang, Surabaya, Jakarta, Medan. Kami membuat kegiatan sekolah pasar modal disana,” bebernya.

Saat ini di Kota dan Kabupaten Malang ada 15 kantor cabang Perusahaan Efek (PE). Kantor cabang Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) sebanyak 55 kantor. Serta galeri Investasi sebanyak 12 unit.

Lalu, ada pula 3 emiten di Wilayah Kerja OJK Malang yaitu PT Madusari Murni Indah (MOLI) , PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA) dan PT Indonesian Tobacco Tbk. (ITIC). Adapun wilayah OJK Malang meliputi Kota dan Kabupaten Malang, Kota dan Kabupaten Pasuruan, Kota dan Kabupaten Pronolinggo, serta Kota Batu.

Pada posisi September 2019, jumlah investor saham di Kota dan Kabupaten Malang sebanyak 14.622 investor. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kota dan Kabupaten Malang pada 2018 yaitu sebesar 3.457.913 jiwa, maka jumlah penduduk Kota dan Kabupaten Malang yang berinvestasi di sektor saham kurang lebih sebesar 0,42 persen.
Jumlah investor reksadana di Kota dan Kabupaten Malang sebanyak 23.263 investor. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kota dan Kabupaten Malang pada 2018, jumlah penduduk Kota dan Kabupaten Malang yang berinvestasi di sektor reksadana kurang lebih sebesar 0,67 persen.

Pewarta : Rida Ayu Nabila
Foto : Rida Ayu Nabila
Editor : Indra M