Obat HIV Diklaim Bisa Hentikan Penyebaran Virus Korona, Ini Kata Ahli

Virus Korona dari Tiongkok Terus Menyebar, Sudah Sampai Korsel

JawaPos.com – Para tenaga medis di dunia saat ini sedang berkoordinasi bersama-sama untuk memerangi virus korona yang menyebar lintas negara. Sejumlah penelitian terus diuji coba. Salah satunya meneliti obat-obatan HIV yang kemungkinan besar efektif untuk mengobati pasien coronavirus. Benarkah bisa efektif?

Saat ini virus korona juga dikenal sebagai 2019-nCoV. Virus ini dikenal sebagai jenis baru atau satu keluarga dengan Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) yang menewaskan hampir 800 orang beberapa tahun lalu.

Berdasarkan penelitian, beberapa jenis obat seperti PI, suatu kelas obat antivirus yang digunakan untuk mengobati HIV/AIDS, dapat digunakan untuk mengobati SARS. Penelitian ini mengungkapkan bahwa salah satu obat yang dikenal sebagai Nelfinavir diklaim sangat menghambat hubungan SARScoronavirus.

Cara kerjanya mengarah pada penurunan racun dalam sel yang sudah terinfeksi. Disimpulkan bahwa nelfinavir dapat mengurangi produksi virus dari sel.

Pada 2006, panel pakar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pengobatan SARS meminta tinjauan sistematis dan ringkasan komprehensif dari perawatan protease inhibitor, yang digunakan untuk pasien yang terinfeksi SARS. Ini dilakukan untuk memandu pengobatan di masa depan dan mengidentifikasi prioritas untuk penelitian. Pada tahun yang sama, para ilmuwan menemukan keberhasilan dalam menggunakan protease inhibitor (obat HIV) lain termasuk Lopinavir, Ritonavir dan Ribavirin pada 41 pasien dengan SARS.

Studi itu menemukan ketiga perawatan menghasilkan hasil negatif jauh lebih rendah. Penelitian ini mengungkapkan Lopinavir dan Ritonavir dikaitkan dengan hasil yang lebih baik. Tetapi sejak 2004, berbagai protease inhibitor (obat HIV) telah diuji, dengan Ribavirin dianggap tidak efektif.

Lalu bagaimana dengan Coronavirus?

Kemarin, Michael Mina, seorang ahli epidemiologi di Harvard School of Public Health, mengungkapkan para ahli di Galveston menggunakan protease inhibitor (obat HIV itu) ‘yang hampir berhasil’ untuk mengatasi coronavirus. Sedangkan ahli mikrobiologi Yuen Kwok-yung dari Universitas Hong Kong telah meminta warga di Tiongkok untuk tidak khawatir. Mereka akan mengonfirmasi penggunaan protease inhibitor akan digunakan untuk memerangi infeksi.

Kepala Petugas Kesehatan Inggris Profesor Chris Whitty mengungkapkan, Pusat Kesehatan Publik NHS Inggris dan Kesehatan Masyarakat Inggris telah mengeluarkan saran tambahan kepada staf medis di NHS. Akan tetapi belum mengonfirmasi apakah obat HIV akan digunakan jika wabah terjadi di Inggris.

WHO mengatakan ‘terlalu dini’ untuk menyatakan darurat kesehatan masyarakat internasional atas wabah korona. Jumlah korban meninggal sejauh ini sudah mencapai 56 orang.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani