Oalah Ker, Ker…!!!

MAGELANG – Arema FC menembus tiga besar Liga 1 2019? Ah, rasanya tinggal mimpi saja. Hanya keajaiban yang bisa mewujudkannya. Di atas kertas, anak asuh Milomir Seslija itu sulit bisa menembus papan atas setelah kalah memalukan 1-5 dari PSIS di Magelang kemarin sore.

Kekalahan besar ini membuat jarak empat poin dari Persipura Jayapura yang berada di peringkat ketiga. Arema juga enam poin di bawah tim peringkat dua Liga 1 2019 Borneo FC. Tim Singo Edan terus melorot peringkatnya. Dari sebelumnya di posisi 8, kini untuk sementara berada di peringkat 9.

Dengan kompetisi menyisakan 3 kali lagi, agaknya berada di posisi tiga besar sangat berat. Apalagi di laga-laga tersebut mereka akan berduel dengan tim-tim yang kondisinya sedang on-fire. Seperti salah satunya adalah Persebaya Surabaya yang belum terkalahkan dalam lima laga beruntun. Selain itu, sang juara bertahan Bali United juga siap menghadang Singo Edan.

Kekalahan dari PSIS Semarang itu membuat deretan noda Arema FC kian panjang. Dalam lima laga beruntun tidak pernah menang. Ini rekor terburuk dalam dua tahun ke belakang. Selain itu, capaian itu juga membuat mereka memperpanjang rekor minor kala berlaga sebagai tim tamu. Dendi Santoso cs, sudah kalah saat away sebanyak 10 kali.

Dalam pertandingan melawan PSIS Semarang, Arema FC bermain kedodoran sejak babak pertama. Pertahanan mereka beberapa kali ditembus oleh trio penyerang tim Mahesa Jenar–julukan PSIS–yang diisi oleh Hari Nur Yulianto, Bruno Silva, dan Septian David Maulana. Gelombang serangan mereka berbuah hasil pada menit 12. Di mana Hari Nur sukses menjebol gawang Arema yang dikawal Kurniawan Kartika Aji.

Diawali lemparan ke dalam pemain PSIS Semarang Fredi Saputra. Hari Nur sukses menjebol gawang tim Singo Edan setelah memanfaatkan bola pantul yang diberikan Septian David Maulana. Tendangan kerasnya dari jarak 3 meter gagal dibendung Kurniawan Kartika Ajie.

Gol pertama tersebut membuat para pemain PSIS semakin pede. Meski tidak sepenuhnya menguasai kendali permainan, namun kepercayaan tinggi tersebut sukses membuat PSIS menutup laga dengan keunggulan margin 2 gol.

Ya, mereka sukses kembali membuat gol di interval pertama pada menit 48, lewat aksi Septian David. Mantan pemain Mitra Kukar menambah keunggulan PSIS lewat sepakan voli memanfaatkam umpan silang Heri Nur.

Memulai babak kedua dengan misi mengejar ketinggalan, Arema langsung bermain tancap gas. Mereka yang langsung mengambil inisiatif serangan dan berhasil membuka keran golnya lewat aksi Rifaldi Bawuoh.

Mantan striker Kalteng Putra itu menjebol gawang Jandia Eka Putra (kiper PSIS) lewat aksi solo run yang sebelumnya memanfaatkan umpan teroboson Slyvano Comvalius. Pasca gol itu pemain Arema seperti mendapatkan nyawa kedua. Mereka mulai bangkit dengan beberapa kali menciptakan peluang.

Tapi sayang, enam menit berselang motivasi itu harus ambyar. Gol kedua Septian David memanfaatkan sepakan pojok Jonathan Cantillana yang membuat Arema kembali tertinggal dengan selisih dua gol.

Pasca gol, semangat para pemain PSIS semakin berlibat ganda. Mereka kembali membuat gol keempat lewat aksi Bruno Silva. Pemain asal Brasil itu membobol gawang Kurniawan Kartika Ajie, memanfaatkan tangkapan kurang sempurna pemain asal Balikpapan tersebut.

Nasib nahas gawang Arema tidak berhenti di empat gol saja. Pada menit-menit akhir, Kurniawam Kartika Ajie kembali terpaksa memungut bola dari gawangnya. Kali ini giliran aksi pemain pengganti Komarudin yang membuat jala Arema kembali bergetar. Pemain nomor 10 itu membobol gawang Arema setelah memanfaatkan umpan silang Hari Nur dari sisi kanan pertahanan Singo Edan.

Bagi pelatih Milomir Seslija, kekalahan Arema ketiga dalam laga itu merupakan buah dari kurang solidnya para pemain Arema saat menggalang pertahanan. ”Kami kebobolan lewat sebuah hal yang tidak penting,” ujar pria asal Bosnia itu. Menurutnya, dalam 30 sampai 40 menit babak pertama defend Arema kerap melakukan eror (kesalahan).

Lebih lanjut, pelatih berlisensi UEFA Pro itu mengaku kalau para pemain sudah mencoba bangkit saat memasuki babak kedua. Namun, karena gol ketiga PSIS, mental pemain kembali berantakan.

”Di babak kedua kami memulai dengan gol bagus. Tapi pemain panik karena kebobolan lagi,” ungkap dia. Menurutnya, pemain butuh effort lebih apabila ingin mendapatkan poin di pertandingan selanjutnya.

Sementara itu, pelatih PSIS Semarang Bambang Nurdiansyah mengutarakan kalau kemenangan melawan Arema adalah buah dari motivasi besar pemain lepas dari zona merah. ”Mereka (pemain) berjuang luar biasa pantang menyerang. Dan mereka tidak mau PSIS degradasi,” ungkapnya. Selain itu, para pemain juga bermain dengan hati.

Pewarta : Galih Prasetya
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Abdul Muntholib