Nyeri di Dada, Awas Gejala Jantung Koroner Sinergi Jawa Pos

BANYUWANGI – Pernah merasakan nyeri dada pada sebelah kiri atau tengah yang menjalar hingga ke lengan kiri, leher, bahkan ngilunya sampai menembus punggung. Atau rasa lainnya berupa sesak napas disertai irama jantung tidak beraturan, keringat dingin, mual dan muntah. Bila ada tanda tersebut dirasakan ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Bisa jadi itu merupakan gejala awal dari potensi adanya penyakit jantung koroner di dalam tubuh. Masyarakat awam menyebutnya sebagai angin duduk. Padahal angin duduk yang banyak diistilahkan tersebut sebenarnya merupakan penyakit jantung itu sendiri. “Angin duduk sangat berbahaya karena dapat menyebabkan serangan jantung seketika,” beber dokter Finda Ferdiana.

Penyakit jantung koroner disebabkan adanya penyumbatan pembuluh darah oleh zat lemak dan kolesterol pada arteri koroner yang menyuplai darah ke jantung. Penyakit ini bahkan masuk sebagai salah satu penyakit berstatus silent killer. Ada beberapa risiko atau faktor seseorang bisa terkena serangan angin duduk ini.

Faktor tersebut di antaranya usia, jenis kelamin, keturunan, hingga potensi lainnya seperti diabetes, kolesterol tinggi, hipertensi, merokok, hingga alkohol. Bahkan malas berolahraga dan stres juga bisa menjadi pemicu munculnya penyakit ini. Maka tidak salah bila kemudian sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan rutin sejak dini. “Ketahui faktor dan gejalanya untuk menumbuhkan kewaspadaan dan pencegahan dari penyakit jantung koroner,” sarannya.

Jantung sendiri merupakan organ vital dalam penunjang kehidupan. Keberadaannya berfungsi sebagai pemompa darah ke seluruh bagian tubuh. Di dalamnya terkandung oksigen dan sari makanan yang dibutuhkan tubuh sebagai sarana metabolisme.

Tidak berlebihan bila kesehatan jantung wajib dijaga. Tidak terkecuali penyakit jantung koroner yang serangannya tidak bisa diduga sebelumnya. Penyakit ini lazim dikenal masyarakat dengan angin duduk.