Nyepi, Umat Hindu Janji Jaga NKRI

MALANG KOTA – Ribuan umat Hindu tampak khusyuk mengikuti rangkaian acara perayaan Hari Raya Nyepi di Candi Badut kemarin (8/3). Tangannya menengadah ketika tokoh agama meneteskan air suci.

Usai beribadah, mereka disuguhi beberapa tarian. Mulai tari Rejang, kemudian disusul tarian Pendet atau tarian penyambutan yang diperagakan mahasiswa Hindu di Kota Malang. Dan terakhir, hiburan berupa tarian topeng.

Ketua Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Malang I Putu Moda Arsana menerangkan, perayaan Hari Nyepi kali ini bertema ”Saka Catur Bratha Penyepian”. Menurut dia, ada pesan yang harus diingat oleh umat Hindu. Di antaranya, mampu mengendalikan diri untuk menjadi lebih baik. ”Harapan kami, mereka bisa mengendalikan pikiran dan perkataan menuju yang lebih baik. Terutama dalam berbangsa dan bernegara,” ujar Arsana.

Dia menambahkan, umat Hindu harus bisa saling menghormati dan mewujudkan harmoni. Terutama menjaga keharmonisan jelang Pemilu 2019. Dia mengimbau umat Hindu ikut menjaga persatuan. ”Salah satu wujudnya adalah kami sebagai umat Hindu harus datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Hal itu sebagai upaya untuk perbaikan dan menjaga NKRI dan Pancasila,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji berpesan, perayaan Nyepi kali ini merupakan momentum tepat untuk menyucikan diri. ”Mensucikan diri dalam artian sepi dari pamrih, angkara murka, dan sebagainya,” kata Sutiaji yang hadir dalam perayaan Nyepi itu.



Menurut dia, angkara murka merupakan bagian dari hawa nafsu. Meski nafsu penting, tapi harus bisa dikuasai sebagai pengendalian diri. Apalagi dalam hari yang suci ini. ”Hari Raya Nyepi ini merupakan momentum bagi kita semua untuk mengoreksi diri. Salah satunya harus sepi dari pamrih dan angkara murka,” ucapnya.

Sutiaji juga berpesan umat Hindu ikut menjaga kondusivitas selama penyelenggaraan Pemilu 2019. Misalnya saling mengerti, menjaga kesatuan dan persatuan untuk mewujudkan Kota Malang Bermartabat.

Selain Wali Kota Malang Sutiaji, hadir juga Wakapolres Malang Kota Kompol Bambang Kristanto dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni SH. (bdr/c2/dan)

Pewarta               : M.Badar Risqullah

Copy Editor         : Dwi Lindawati

Penyunting         : Mahmudan

Fotografer          : Darmono