Nyata, Gadis Ini Koma Gara-gara Alami Perundungan

Nyata, Gadis Ini Koma Gara-gara Alami Perundungan

JawaPos.com – Duduk di ruangan yang remang-remang, Tia Kamel yang berusia 17 tahun mengambil nafas dalam-dalam. Ia mengaku benci bangun di pagi hari dan pergi ke sekolah.

Seperti dilansir Gulf News pada Senin, (25/6), Kamel menceritakan pengalamannya yang menjadi korban perundungan di sekolah secara konstan hingga dia kolaps dan harus dilarikan ke rumah sakit. Dia ingat pengalaman perundungan pertamanya pada usia enam tahun, dan tidak berhenti sampai dia lulus dari sekolah menengah.

Ia sering kali dihina hanya karena masalah fisik. Itu sangat parah hingga dia hampir kehilangan nyawanya.

Menurut penelitian PBB, sembilan dari 10 anak muda percaya bahwa perundungan adalah masalah yang sering terjadi di komunitas mereka. Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh UNICEF, banyak anak mengalami perundungan karena penampilan mereka di depan umum. Ini Sering terjadi di seluruh dunia.



Konsultan pendidikan yang berbasis di Uni Emirat Arab, Rema Menon mengatakan, ketika seseorang sedang melalui masa remaja, mereka lebih sadar akan diri mereka sendiri. “Mereka membandingkan diri mereka dengan orang lain dari kelompok usia mereka sendiri. Bagi orang-orang yang sensitif, mungkin sulit diterima.”

Kamel menjelaskan, ia dihina teman-temannya akibat penampilannya, tinggi badannya, dan potongan rambutnya. “Saya bukan orang yang banyak bicara, yang membuat saya menjadi sasaran empuk.”

Menurut Kamel, ia diintimidasi oleh sekelompok siswa yang ‘populer’. Teman-temannya mengkhianatinya. Ia mulai gemetar hebat dan pingsan. Dia dilarikan ke rumah sakit dan koma sehingga harus masuk Intensive Care Unit (ICU).

Mereka tidak bisa mendiagnosis masalahnya. Tetapi, akhirnya, mereka menyadari bahwa dia akan mengalami kejang saat berhubungan dengan orang atau apapun yang terkait dengan sekolahnya.

Dia akhirnya didiagnosis dengan kecemasan dan depresi klinis. Kondisi Kamel sangat berbahaya karena dia tidak mencari bantuan sebelumnya, dia tidak pernah mengaku pada siapa pun kalau dia menjadi korban perundungan.

(ina/JPC)