24.7 C
Malang
Jumat, Februari 9, 2024

Petani Milenial Kabupaten Malang Unjuk Gigi, Bupati Malang Hadiri PENAS 2023

SUMATERA BARAT – Bupati Malang Drs.H.M Sanusi M,M menghadiri Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVI Tahun 2023 yang diselenggarakan di Lapangan Udara (LANUD) Sutan Sjahrir, Kota Padang, Sumatera Barat. Turut mendampingi Bupati Malang dalam Pekan Nasional Petani Nelayan XVI Tahun 2023 ini antara lain Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M,M , serta Jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang terkait. Adapun tema PENAS XVI Petani Nelayan Tahun 2023 yaitu “Memantapkan Penguatan Potensi dan Posisi Tawar Komoditi Lokal untuk Mewujudkan Kemandirian Pangan Berkelanjutan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045”.

Seperti diketahui, PENAS Petani Nelayan XVI Tahun 2023 menjadi bagian strategis dari upaya konsolidasi bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman krisis pangan. Seperti dampak fenomena iklim El Nino yang berpotensi memberi ancaman kekeringan yang cukup parah terhadap pertanian.

Gempita gelaran Pekan Nasional (PENAS) XVI Petani Nelayan Indonesia tahun 2023 di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) sangat terasa. Resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartanto, secara virtual, Sabtu (10/6), PENAS XVI Petani Nelayan Indonesia menjadi momentum yang legendaris, sangat ditunggu, dirindukan petani, nelayan, pekebun. Seperti diketahui, pada pembukaan PENAS Tani Nelayan tersebut dilaksanakan di Lanud Sutan Sjahrir, Padang, dihadiri sebanyak 28.000 peserta dari 37 provinsi di Indonesia. Dan juga dihadiri 14 orang Gubernur serta 293 Bupati dan Wali Kota se-Indonesia. Sebagai salah satu ajang promosi tingginya potensi pertanian, PENAS Petani Nelayan XVI dimeriahkan dengan pameran pembangunan dan pameran UMKM yang diikuti oleh berbagai Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Daerah serta stakeholder terkait.

Baca Juga:  Harga Tomat Rp 5 Ribu Per Kilogram, Petani Batu Meringis

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menilai PENAS memiliki peran yang sangat strategis.“PENAS Petani Nelayan XVI harus menjadi bagian strategis dari upaya konsolidasi bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional ditengah ancaman krisis pangan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Malang beserta rombongan juga meninjau stand produk UMKM Kabupaten Malang, mulai dari Batik, Sepatu, Dompet, Ikat Pinggang hingga semua olahan keripik buah maupun sayur. Produk UMKM tersebut tak lain adalah hasil UMKM Binaan dari Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan KTNA. Selain itu, kopi pilihan dari 5 lereng gunung di Kabupaten Malang juga turut disajikan, 5 lereng tersebut diantaranya Lereng gunung Kelud, Semeru, Bromo, Kawi dan Arjuno.

Baca Juga:  Air Mengering, Puing Rumah Warga Muncul di Dasar Waduk Jatigede

Sementara itu, Sambutan hangat juga ditujukkan kepada beberapa Petani Milenial dari Kabupaten Malang yang juga turut dihadirkan untuk mengenalkan kopi malang dengan membawa alat espreso dan alat barista lengkap. Produk Alpukat Pameling juga telah menjalin kerjasama dengan petani Solok, Kalimantan Timur, Jawa tengah, Kepulauan Riau dan beberapa Kabupaten di Indonesia.

SUMATERA BARAT – Bupati Malang Drs.H.M Sanusi M,M menghadiri Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVI Tahun 2023 yang diselenggarakan di Lapangan Udara (LANUD) Sutan Sjahrir, Kota Padang, Sumatera Barat. Turut mendampingi Bupati Malang dalam Pekan Nasional Petani Nelayan XVI Tahun 2023 ini antara lain Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M,M , serta Jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang terkait. Adapun tema PENAS XVI Petani Nelayan Tahun 2023 yaitu “Memantapkan Penguatan Potensi dan Posisi Tawar Komoditi Lokal untuk Mewujudkan Kemandirian Pangan Berkelanjutan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045”.

Seperti diketahui, PENAS Petani Nelayan XVI Tahun 2023 menjadi bagian strategis dari upaya konsolidasi bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman krisis pangan. Seperti dampak fenomena iklim El Nino yang berpotensi memberi ancaman kekeringan yang cukup parah terhadap pertanian.

Gempita gelaran Pekan Nasional (PENAS) XVI Petani Nelayan Indonesia tahun 2023 di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) sangat terasa. Resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartanto, secara virtual, Sabtu (10/6), PENAS XVI Petani Nelayan Indonesia menjadi momentum yang legendaris, sangat ditunggu, dirindukan petani, nelayan, pekebun. Seperti diketahui, pada pembukaan PENAS Tani Nelayan tersebut dilaksanakan di Lanud Sutan Sjahrir, Padang, dihadiri sebanyak 28.000 peserta dari 37 provinsi di Indonesia. Dan juga dihadiri 14 orang Gubernur serta 293 Bupati dan Wali Kota se-Indonesia. Sebagai salah satu ajang promosi tingginya potensi pertanian, PENAS Petani Nelayan XVI dimeriahkan dengan pameran pembangunan dan pameran UMKM yang diikuti oleh berbagai Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Daerah serta stakeholder terkait.

Baca Juga:  Musim Hujan Penanaman Lebih Sulit, Harga Seledri Naik

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menilai PENAS memiliki peran yang sangat strategis.“PENAS Petani Nelayan XVI harus menjadi bagian strategis dari upaya konsolidasi bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional ditengah ancaman krisis pangan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Malang beserta rombongan juga meninjau stand produk UMKM Kabupaten Malang, mulai dari Batik, Sepatu, Dompet, Ikat Pinggang hingga semua olahan keripik buah maupun sayur. Produk UMKM tersebut tak lain adalah hasil UMKM Binaan dari Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan KTNA. Selain itu, kopi pilihan dari 5 lereng gunung di Kabupaten Malang juga turut disajikan, 5 lereng tersebut diantaranya Lereng gunung Kelud, Semeru, Bromo, Kawi dan Arjuno.

Baca Juga:  Motor Cepat Rusak di Musim Hujan? Paling Sering Karena Ini

Sementara itu, Sambutan hangat juga ditujukkan kepada beberapa Petani Milenial dari Kabupaten Malang yang juga turut dihadirkan untuk mengenalkan kopi malang dengan membawa alat espreso dan alat barista lengkap. Produk Alpukat Pameling juga telah menjalin kerjasama dengan petani Solok, Kalimantan Timur, Jawa tengah, Kepulauan Riau dan beberapa Kabupaten di Indonesia.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/