Nunggu Lebih Tiga Jam, Warga Saling Curhat Soal Tanah

Kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Lapangan Rampal mundur dari jadwal. Semula, acara penyerahan secara simbolis sertifikat tanah PRONA (Proyek Operasi Agraria Nasional) dijadwalkan pukul 13.00 siang ini (24/5).

MALANG KOTA – Kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Lapangan Rampal mundur dari jadwal. Semula, acara penyerahan secara simbolis sertifikat tanah PRONA (Proyek Operasi Agraria Nasional) dijadwalkan pukul 13.00 siang ini (24/5). Namun, hingga pukul 14.45 Presiden belum hadir di lokasi.

Pembawa acara mengumumkan keterlambatan yang disambut keluh ribuan warga yang telah hadir sejak pukul 11.00. Di sela penantian, pembawa acara mengajak para penerima sertifikat berbagi pengalaman dalam pengurusan tanah.

Kasimun, warga dari Banyuwangi mengaku baru memiliki sertifikat setelah menunggu selama sepuluh tahun. “Dari Banyuwangi sebanyak 60 orang, berangkat dari kemarin (Selasa, 23/5). Alhamdulillah sudah 10 tahun baru punya sertifikat tanah,” ujar Kasimun.

Pengalaman lain disampaikan Wagimin, warga asal Demangan, Madiun. Selama ini dia belum pernah mencoba mengurus sertifikat tanah. “Ngurus sertifikat kan butuh biaya besar. Jadi saya terus terang terkendala biaya,” tuturnya.

Selama ini, Wagimin hanya memiliki surat leter C yang menandakan kepemilikan tanah tinggalan atau warisan. “Sejak kecil saya nggak tahu bentuknya sertifikat itu sepertu apa. Sekarang umur sudah 62 tahun, baru dapat sertifikat,” ungkapnya.



Sementara Sukijan, warga asal Wonokromo memiliki pengalaman lain. Sekitar tahun 1970-an, Sukijan mengaku sudah berusaha mengurus sertifikat tanah. Dia bahkan mengeluarkan biaya sebesar Rp 30 ribu.

“Tapi sejak saat itu sampai sekarang, hanya punya surat petok D dari kelurahan. Jadi terima kasih sekali ada bantuan pemerintah untuk sertifikat gratis,” tuturnya.

Usai berbagi cerita, Presiden Jokowi hadir di lokasi acara tepat pukul 15.00.

Pewarta: Nurlayla Ratri
Foto: Bayu Eka Novanta