Novel “KKN di Desa Penari” Tawarkan Detil Kisah yang Tak Muncul di Twitter

MALANG – Cerita horor yang belum lama ini menggegerkan jagat media sosial sudah hadir dalam bentuk buku. Yup, kisah KKN di Desa Penari yang ditulis oleh akun Twitter @SimpleM81378523 (SimpleMan) ini sudah mengirimkan naskah ceritanya sejak satu bulan lalu ke penerbit Bukune. Dikutip dari unggahan di akun Instagram Bukune pada (30/8) lalu, cerita ini masih dalam bentuk naskah dan sedang proses naik cetak. Namun, tak perlu menunggu lama untuk novel yang mengisahkan kejadian misterius dari Widya, Nur, Bima dan kawan-kawannya ini untuk selesai cetak.

Dikutip dari instagram Bukune, novel KKN di Desa Penari oleh SimpleMan ini akan dijual dalam 2 paket bundling. Paket 1 berisi buku KKN di Desa Penari dijual dengan harga Rp 77 ribu, sedangkan Paket 2 ditambahkan dengan Mystery book terbitan Bukune yang dijual dengan harga Rp 87 ribu. Buku-buku ini dapat mulai dipesan pada 13 September di berbagai toko buku online. Melalui sistem pre order, novel ini bisa didapatkan di berbagai toko buku online seperti @EB_bookshop hingga Mojok Store yang dapat diakses melalui website toko bukunya langsung, Shopee, hingga Tokopedia. Meski begitu, baik pihak penerbit maupun penulis masih belum memberikan keterangan mengenai penjualan buku secara offline.

Selain cerita horor yang apik dan cara menulis SimpleMan yang menjadi daya tarik pembaca, buku ini menjadi sangat ditunggu-tunggu karena akan menghadirkan kisah viral tersebut dengan lengkap. Ketika ditanya oleh Raditya Dika, dalam vlog-nya yang berjudul Kisah KKN di Desa Penari, mengenai kelanjutan cerita, SimpleMan mengaku, detil cerita yang ia tutupi di utas Twitternya akan diungkap di dalam buku dengan tujuan untuk dijadikan pembelajaran bagi siapapun yang membacanya.

“Semua detail yang tidak atau saya tuliskan di Twitter dijadikan semacam pembelajaran. Agar semua orang tetap mengingat pesan yang sejak awal menjadi tujuan ditulisnya cerita ini, supaya bisa menjangkau khalayak yang lebih luas,” ujarnya kepada Raditya Dika melalui telepon.

So, udah siap dibikin makin merinding oleh kisah KKN di Desa Penari dalam bentuk buku ini?

Penulis: Ananda Triana
Foto: Instagram
Penyunting: Fia