Nobar Film Karya Sineas Muda Malang, Penonton Rela Pulang Jam 12 Malam

KOTA MALANG – Acara nonton bareng film-film indie karya sineas-sineas muda Malang Raya yang digelar oleh Malang Film Appreciation (Mafia), Minggu malang (10/3) di Radar Malang berlangsung semarak. Enam film pendek yang diputar mampu membuat para penonton terhibur.

Enam film tersebut adalah:
1. Derajat yang digarap oleh tim dari Padepokan Film
2. Sari, hasil karya para guru dan siswa SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen
3. Si Mbah yang diproduksi Padepokan Film
4. S.O .S dari komunitas film ACE dari Universitas Negeri Malang
5. Sowan besutan komunitas Hisstory
6. Isyarat karya Sinedek Merdeka Malang

Penontonsetia menyaksikan film sampai selesai

Rendra Fatrisna Kurniawan, pembina Padepokan Film dalam sambutannya mengatakan, kegitan Malang Film Apreciation (Mafia) ini sebagai salah satu upaya untuk memberikan semangat kepada para pecinta film di Malang untuk terus berkarya.

Dengan adanya apresiasi diharapkan bisa memberikan semangat kepada mereka untuk terus menciptakan karya yang berkualitas. “Selama ini yang ada kan kritik film, nah kami ingin memberikan apresiasi,” katanya.

Sementara itu, dalam acara nobar tersebut para peserta terlihat antusias. Mereka tidak saja menikmati sajian film pendek yang sangat menarik, tetapi juga mendapatkan ilmu dari para kreator film di Malang dalam acara dialog yang digelar setelah pemutaran film. Hadir sebagai pembicara, Rudi Triono (Pafi), Yani (pegiat jejaring perfilman nasional), Arfan (KINE Klub), Bombom (sineas Malang).



Selain itu ada hiburan atraktif permainan alat music biola yang dibawakan oleh Kukuh Basuki. Dia membawakan musikbiola dengan tidak bisa. Tepai sambil melompak, berbaring duduk danberbagai pose lainnya.

Para penonton pun dibuat terkesima dengan kepiawaian Kukuh dalam memainkan alat musik tersebut.
Saking asyiknya kemasan acara, sampai-sampai mereka baru meninggalkan lokasi setelah acara selesai pukul 24.00.

“Filmnya bagu-bagus, nggak rugi saya datang ke sini,” kata Muzayid, mahasiswa UIN Malang yang rela mengikuti acara mulai awal sampai buyar.

Penyunting : Kholid Amrullah