No Deal Bisa Picu Krisis Inggris

JawaPos.com – Dokumen rahasia pemerintah Britania Raya menunjukkan bahwa banyak aspek kehidupan rakyat bakal terpukul jika Brexit dilakukan tanpa kesepakatan. Kebutuhan makanan, obat, sampai bahan bakar diperkirakan bakal tersendat.

The Sunday Times melaporkan, dokumen dengan kode Operation Yellowhammer merupakan evaluasi Sekretariat Kabinet Inggris terkait dampak dari no deal Brexit. Dari 12 isu pokok, pemerintah Inggris menemukan berbagai potensi masalah yang harus dihadapi.

“Ini adalah dokumen rahasia Sekretariat Kabinet untuk mengetahui kesiapan negara menghadapi ‘Brexit keras’ (keluar ke Uni Eropa tanpa kesepakatan, Red).” Demikian sebagian isi surat tersebut.

Kesimpulan dari secuplik dokumen yang diterbitkan itu adalah Inggris belum siap. Konfederasi Industri Inggris menilai, banyak pemasok produk belum siap menghadapi perceraian Inggris-Uni Eropa yang kacau. Padahal, menurut Agence France-Presse, survei Bank of England, bank sentral Inggris, menunjukkan bahwa 80 persen pengusaha merasa siap.



Nyatanya, asosiasi pengusaha tersebut kurang percaya diri untuk bisa mencukupi kebutuhan masyarakat. Apalagi, permintaan produk periode Oktober sampai Desember biasanya melonjak karena momentum Natal dan tahun baru. “Risiko-risiko ini sangat menakutkan. Kita seharusnya mencari segala cara untuk menghindarinya (Brexit keras, Red),” ujar anggota Majelis Tinggi Inggris Robert Walter Kerslake kepada BBC.

Salah satu faktor yang harus diperhitungkan adalah akses Inggris ke negara-negara tetangga. Analisis dalam Yellowhammer memprediksi 85 persen truk yang biasa menyeberang ke Prancis tak siap menghadapi kebijakan imigrasi. Banyak bahan pokok yang bakal terpengaruh dari macetnya akses tersebut.

Perusahaan ritel sudah mengingatkan bahwa jaringan supermarket mereka bakal terganggu. Inggris masih mengandalkan negara Uni Eropa untuk memenuhi 28 persen kebutuhan makanan mereka. Bahkan, pasokan air minum juga bakal tersendat. Kebutuhan dasar itu memberikan dampak kepada ratusan ribu orang.

“Pemerintah sepertinya berpura-pura bahwa mereka tak punya masalah,” ujar anggota parlemen Demokrat Liberal Tom Brake.

Yang lebih menakutkan, The Sunday Times melaporkan bahwa Yellowhammer bukanlah skenario terburuk. Pemerintah masih punya satu lagi laporan rahasia yang memprediksi dampak paling mengerikan bagi Inggris. Kabarnya, dokumen itu berkode Black Swan.

Klaim tersebut langsung disangkal Michael Gove. Menteri yang ditugasi khusus menangani persiapan no deal Brexit itu mengatakan, Black Swan merupakan isapan jempol. “Yellowhammer adalah skenario terburuk kami. Black Swan itu film tentang balerina,” ujarnya melalui akun Twitter.

Pekan ini Perdana Menteri Inggris Boris Johnson melawat ke Prancis dan Jerman. Dia berusaha meyakinkan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel bahwa mereka butuh kesepakatan baru.