Nilai UNBK Turun Tipis

Munculnya soal yang dianggap sulit oleh siswa-siswa SMA dan SMK peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK) beberapa waktu lalu boleh jadi ada benarnya. Sebab, jika dibandingkan dengan tahun 2017, hasil ujian akhir yang didapat siswa tahun ini mengalami penurunan.

KOTA BATU – Munculnya soal yang dianggap sulit oleh siswa-siswa SMA dan SMK peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK) beberapa waktu lalu boleh jadi ada benarnya. Sebab, jika dibandingkan dengan tahun 2017, hasil ujian akhir yang didapat siswa tahun ini mengalami penurunan.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Batu Suprantiyo mengakui memang ada penurunan nilai pada tahun ini. ”Se-Jawa Timur turun. Di Batu juga sekitar 1 persen saja (turunnya, Red). Tidak banyak,” kata dia.

Penurunan nilai hasil ujian siswa ini hampir merata di semua mata pelajaran yang masuk dalam UNBK. Meski demikian, tetap ada siswa yang meraih nilai 100. ”Di tingkat SMA di Kota Batu, ada 10 siswa yang dapat nilai 100,” kata pria yang juga kepala SMAN 1 Batu ini.

Suprantiyo merinci, dari 10 siswa yang mendapatkan nilai 100 itu, lima di antaranya dari SMA yang dia pimpin. Nilai sempurna itu didapatkan pada mata pelajaran Bahasa Jepang. Dua siswa lain yang mendapatkan nilai sempurna berasal dari SMAN 2 Batu, juga untuk mata pelajaran Bahasa Jepang. Sedangkan tiga sisanya dari Al Izzah, Kota Batu, untuk mata pelajaran Biologi. ”Jumlah yang mendapatkan nilai 100 ini sama dengan tahun lalu,” terang Suprantiyo.

Tak berbeda, Sekretaris MKKS SMK Kota Batu Joko Santoso juga mengakui adanya penurunan nilai yang didapat siswa. ”Secara keseluruhan memang turun, tapi tidak drastis,” katanya.



Menurut Joko, ada beberapa hal yang membuat nilai siswa turun daripada tahun lalu. ”Soal mungkin memang sulit. Namun karena UNBK ini tidak menjadi patokan untuk kelulusan, jadi siswa mengerjakannya ada yang meremehkan,” kata dia.

Dari sisi integritas, Joko menganggap pencapaian nilai pada tahun ini dianggap lebih baik. Sebab, siswa benar-benar jujur mengerjakan sendiri. Tapi, penurunan nilai ini tetap akan menjadi evaluasi guna penyelenggaraan UNBK tahun depan. ”Kami harus mempersiapkan diri lebih baik lagi untuk tahun depan,” kata dia.

Dia menambahka, yang mempersiapkan diri di sini tidak hanya para siswa, tapi juga guru yang mendidik. ”Informasinya, nantinya akan ada peningkatan mutu guru dari Provinsi Jawa Timur yang telah menggandeng Unair (Universitas Airlangga) dan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember),” pungkas Joko.

pewarta :Aris Dwi
penyunting :Ahmad Yani
copy editor :Arief Rohman
foto :Rubianto