Nilai 100 di Tiga Matpel UN, Bonus Umrah

Mutiara Aisyah Alfayara, alumnus MTs Al Huda, saat menunaikan ibadah umrah beberapa waktu lalu.

MALANG KOTA – Tak banyak sekolah di Kota Malang yang memberikan apresiasi kepada siswanya sebagaimana MTs Al Huda. Sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Kharisma Hidayatul Mubtadi’in Sawojajar, yang juga mempunyai program pendukung MTs (putri) Al Huda berupa tahfizul quran, itu memberikan reward ibadah umrah kepada siswanya yang beprestasi.

Adalah Mutiara Aisyah Alfayara, siswi yang pernah mendapatkan kesempatan beribadah umrah dari Yayasan Kharisma Hidayatul Mubtadi’in. Gadis itu mendapatkan hadiah umrah setelah berhasil meraih nilai 100 di tiga mata pelajaran (matpel) pada USBN dan UNBK 2017 lalu. Kala itu, Aisyah tercatat sebagai siswi MTs Al Huda.

Tiga matpel yang ”mengantarkan” Aisyah ke Tanah Suci adalah Matematika, Bahasa Arab, dan Quran Hadis. ”Saya benar-benar tidak menyangka diberi kesempatan umrah di usia muda. Apalagi dibiayai oleh sekolah tercinta,” ungkap gadis berusia 15 tahun yang kini melanjutkan pendidikannya di MAN 3 Malang itu.

Aisyah menyatakan, dirinya selalu merasa nyaman ketika bersekolah di MTs Al Huda. Sebab, MTs Al Huda selalu memberikan kesempatan bagi siswa-siswinya untuk mengeksplorasi bakat dan minatnya. Sekolah juga selalu men-support siswanya yang mengikuti perlombaan di luar.

”Dengan mengikuti perlombaan, baik tingkat kota maupun nasional, siswa jadi belajar percaya diri. Tak hanya dipermudah (mengikuti lomba), kami juga didukung dan dibimbing agar meraih kemenangan,” katanya saat menjelaskan tentang MTs Al Huda Putri yang beralamat di Jalan Selat Sunda VIII D9 No 19, Sawojajar.



Putri dari pasangan Achmad Hidayat yang merupakan dosen MIPA UB dan Herawati itu mengatakan, MTs Al Huda Putri menerapkan sistem pembelajaran yang efektif. Guru tidak akan ”meninggalkan” siswa yang belum memahami sebuah materi.

Sementara siswa yang punya pemahaman lebih mendapatkan penanganan khusus untuk meningkatkan kemampuannya. ”Apalagi, guru di MTs Al Huda mayoritas masih muda. Jadi, (guru-guru di sana) lebih aktif dan kreatif,” ujar dia.

Pewarta: Binti Nikmatur
Penyunting: Indra Mufarendra
Copy Editor: Arief Rohman