Nikah Massal, 283 Pasutri Ini Diarak dengan Jeep dan Diiringi Ratusan Penari

KOTA MALANG – Nikah massal yang digelar JKJT (Jaringan Kemanusian Jawa Timur) ini berbeda dari acara nikah massal pada umumnya.

Pasalnya, sebelum menuju ke Pendapa Kabupaten Malang, tempat di mana akad nikah itu dilaksanakan, sebanyak 283 pasangan diarak lebih dulu. Dari Jalan Blitar dengan menggunakan mobil Jeep antik.

Terlihat pasangan suami istri tersebut melambaikan tangan dengan senyum yang sumringah kepada sejumlah warga dan pengendara selama arak-arakan. Rute jalan arak-arakan pun disulap bak karnaval.

Saat tiba di Alun-alun kota Malang senyum mereka makin merekah. Sebab, tepatnya di jalan Merdeka Utara, mereka disambut oleh macam-macam tarian. Mulai dari Reog hingga Sajojo.

Alhasil, jalanan di sekitaran alun-alun pun seperti pertunjukan kolosal untuk menyambut raja dan ratu sehari itu. Mereka akhirnya turun dari mobil dan berjalan diiringi tarian itu menuju Pendopo.

Salah satu pengantin suami istri, Muhammad Adi Wijaya beserta Shella Indriani mengaku senang dengan adanya arak-arakan tersebut.

“Karena ini kan gratis, tapi kami bisa disambut sedemikian rupa. Ya sangat bersyukur bisa seperti dirayakan oleh warga Malang,” ujar Jaya, warga Sukun.

Sementara itu ketua Panitia Nikah Massal JKJT IV, Zaenal Saifudin sengaja membuat acara semacam ini untuk memotivasi masyarakat lainnya. Agar tidak malu mengikuti acara nikah massal.

“Makannya kita arak-arak ini supaya banyak yang tahu. Terus nantinya harapannya bakal banyak yang berkeinginan untuk nikah massal,” tuturnya.

Setelah arak-arakan, 283 pasutri itu melaksanakan akad nikah di Pendapa Agung Kabupaten Malang. Total, ada enam penghulu dari enam agama yang dilibatkan dalam acara ini.
“Jadi ini ada enam agamanya yang satunya ialah kepercayaan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, akad nikah ini dihadiri pula oleh Wali Kota Malang, Sutiaji, Bupati Malang, Sanusi, beserta istri masing-masing. Adapula Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Kabupaten dan Kota Malang.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Editor: Indra M