Ngopi Pagi Asyik Sambil Ngobrolin Film ala Movie Talk UMM

Malang Kota – Ngobrol film sambil ngopi pagi bisa jadi kegiatan yang mengasyikkan. Hal itu terlihat di acara Movie Talk “Film Indonesia: Antara Idealisme dan Industri”, Selasa (17/9). Sekitar 350 peserta dari Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia hingga para sineas, dan budayawan Malang turut memeriahkan acara yang digagas prodi Ilmu Komunikasi (IKOM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut.

Kepala Sub Bidang Perijinan Pusbang Film Kemendikbud Robert SH MH, menyampaikan pembuat film sebaiknya melakukan mekanisme yang benar dengan mendaftarkan pembuatan film lewat Tanda Pemberitahuan Pembuatan Film (TPPF) ke Puslibang.

“Banyak Production House (PH) yang mereka baru mendaftarkan ke TPPF setelah kesandung permasalahan. Harusnya hal itu tidak berlaku lagi. Jangan nunggu kesandung dulu baru didaftarkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, mekanisme Pusbang Film tidak sembarangan. Terutama untuk film asing yang ingin melakukan syuting di Indonesia.

“Dulu berpikir mereka bisa bikin film tanpa mikir, sekarang tidak bisa. Di Pusbang Film itu ada dua, bagi PH asing yang akan membuat film di Indonesia dan bagi PH Indonesia sendiri. Kalau di lingkup asing, sekarang mereka harus mendaftarkan tiga bulan sebelum jadwal syuting di Indonesia melalui KBRI di masing – masing negara tersebut,” jelasnya.



Kaprodi Ilmu Komunikasi UMM M Himawan Sutanto menyatakan suasana ngobrol film dengan ngopi santai tersebut dalam rangka memberi pengetahuan tentang perkembangan Industri film Indonesia.

“Sengaja dibuat santai, agar mereka tidak merasa seperti seminar-seminar yang serius. Mereka bisa berdialog dengan santai sambil ngopi. Harapannya, sineas dan mahasiswa bisa menangkap pengetahuan tentang perkembangan industri film di Indonesia,” ungkapnya.

Diketahui, acara Movie Talk tersebut turut dihadiri juga oleh Suharyoko, SH Kepala Sub Bidang Pengendalian Pusbang Film RI, Nasrullah, MSi  Staff Khusus Mendikbud Bidang Komunikasi Publik, Rudi Satrio Lelono Pengamat Film dan Taufan Agustyan Sutradara Film Darah Biru Arema.

Pewarta : Arifina
Penyunting : Shuvia Rahma
Fotografer : Arifina