Nggak Sabar Mengaspal di Tol Malang-Pandaan? Emang Tarifnya Berapa Sih

MALANG – Jalur tol memang sudah teruji bebas macet. Demikian juga tol Malang–Pandaan (Mapan), jika sudah beroperasi dimungkinkan bisa mengurai kemacetan. Tapi, jika tarifnya terlalu mahal, bisa jadi pengendara enggan masuk tol dan memilih jalur arteri (jalan perkotaan) Singosari–Lawang meski sering macet. Lantas, berapa tarif tol Mapan jika nanti sudah beroperasi?
Direktur Teknik (Dirtek) PT Jasa Marga Pandaan–Malang Siswantono menyatakan, pihaknya belum memastikan berapa tarif tol Mapan. Tapi, diperkirakan maksimal Rp 1.000 setiap satu kilometer.
”Di bawah seribu rupiah per kilometernya,” ujar Siswantono kemarin (15/12).
Sesuai data PT Jasa Marga Pandaan–Malang, panjang tol Mapan sekitar 38 kilometer. Jika mengacu perkiraan tarif Rp 1.000 per kilometer, berarti pengendara dari Pandaan yang keluar exit tol Cemorokandang (Kota Malang) perlu membayar sekitar Rp 38.000.
Tapi jika pengendara masuk exit tol Pandaan dan keluar di Purwodadi, diperkirakan hanya membayar Rp 15.000. Penghitungan itu diambil dari jarak Pandaan–Purwodadi sepanjang 15 kilometer. Sementara jika pengendara masuk dari exit tol Pandaan dan keluar Karanglo (Singosari), diperkirakan membayar Rp 30.000 (selengkapnya baca grafis).
Menurut Siswantono, penghitungan tarif mengacu berbagai pertimbangan. Misalnya, biaya operasional tol Mapan, pemasangan fasilitas berupa penerangan jalan umum (PJU) dan biaya pemeliharaan jalan. ”Penetapan tarif berdasarkan konsesi, biaya operasional, dan total investasi,” tutur Siswantono.

Tanpa PJU demi Tarif Murah
Berapa nilai investasi tol Mapan? Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga Pandaan–Malang Agus Purnomo memaparkan, ada tiga instansi yang menjadi investor tol Mapan. Yakni, PT Jasa Marga (60 persen), PT Pembangunan Perumahan (35 persen), dan PT Sarana Multi Infrastruktur (5 persen).

”Kalau dulu, semuanya (investasi) dari PT Jasa Marga,” kata Agus saat ditemui di kantornya, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, beberapa waktu lalu.

Agus menceritakan, total pengerjaan tol sepanjang 38 kilometer dari Pandaan hingga Kota Malang itu mencapai triliunan rupiah. ”Nilai investasinya sekitar Rp 5,9 triliun,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Agus juga memaparkan tentang tarif tol. Dia mengupayakan agar tarif tol Mapan bisa ditekan sehingga tidak memberatkan pengendara. Salah satu upaya yang dilakukan adalah efisiensi. Misalnya pemasangan PJU, hanya dilakukan di jalur tol di area perkotaan. ”Kalau bukan perkotaan, tidak pakai PJU,” kata Agus.

”Kalau semua dipasangi PJU, berapa pemborosannya. Efeknya ke penetapan tarif tol,” tambah pria ramah itu.

Meski pemasangan PJU hanya di area perkotaan, Agus menyatakan tidak akan membahayakan pengendara yang melintasi akses tol. Dia bersama timnya sudah menghitung sisi keamanannya. ”Karena sisi kanan dan kiri ruas jalan gelap, maka penerangan pakai lampu mobil saja sudah cukup. Apalagi markah jalan juga menyala ketika terkena sorot lampu,” terangnya.

Sementara area perkotaan wajib dipasangi PJU karena sisi kanan dan kiri ruas jalan sudah terang. Jika akses tol tidak dipasangi PJU, Agus menilai membahayakan pengendara. ”Kalau tidak dipasangi PJU, ruas jalan tol gelap,” katanya.

Menurut Agus, pemasangan PJU hanya di area perkotaan itu sudah sesuai standar internasional. Dia menyatakan, semua jalan tol di Indonesia, pemasangan PJU hanya di area perkotaan saja. ”Jalan tol di luar negeri juga demikian (pemasangan PJU di area perkotaan),” ucapnya.

Terpasang 367 Titik PJU
Sesuai data yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, PT Jasa Marga Pandaan–Malang bakal memasang 367 titik PJU. Rinciannya, 153 titik PJU tunggal, sedang 214 titik lainnya adalah PJU ganda. Wartawan koran ini sudah melakukan pengamatan di sepanjang jalur tol Mapan. Keberadaan PJU hanya terpasang di area exit tol.

Misalnya di exit tol Karanglo (Singosari) dan exit tol Lawang. Di luar exit tol tidak ada PJU. Kecuali yang terhubung ke akses pemukiman warga sekitar. Misalnya jembatan penyeberangan yang menghubungkan satu desa atau kelurahan ke desa atau kelurahan lainnya yang terpisah tol.

Rencananya, tol Mapan akan dioperasionalkan pada akhir Januari 2019. Namun jelang libur Tahun Baru 2019 akan dibuka untuk sementara. Pengoperasionalan sementara itu untuk mengantisipasi kemacetan musim libur Natal dan Tahun Baru. Mengenai kepastian operasionalnya, PT Jasa Marga menyerahkan sepenuhnya kepada Polda Jatim.

Sebelumnya, Kasatlantas Polres Malang AKP Wiliam Thamrin Simatupang menyatakan, hingga kini pihaknya masih berkoordinasi dengan Polda Jatim terkait kesiapan Natal dan Tahun Baru. Termasuk membahas pengoperasionalan sementara tol Mapan.

”Kemungkinan besar mulai beroperasional sejak 28 Desember 2018. Tapi jika tanggal 22 Desember 2018 sudah ada kepadatan, tol akan difungsikan. Lebih jelasnya, besok (hari ini) setelah berkoordinasi dengan polda,” kata Wiliam.

Pewarta: Badar Rizqullah
Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Mahmudan
Fotografer: Rubianto