Ngeri! Sebagian Jaringan Narkoba di Malang Dikendalikan dari Penjara








JawaPos.com- Jaringan narkoba di Kabupaten Malang ada yang dikendalikan dari balik jeruji besi. Fakta itu didapat pasca polisi membekuk Erry Setiawan, warga Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. 







Kaur Bin Ops Satreskoba Polres Malang Iptu Suryadi menjelaskan, tersangka merupakan pengedar yang terlibat jaringan narkoba dari Pandaan. Penangkapan berawal dari informasi yang didapat dari masyarakat. Kemudian anggota polisi melakukan pengintaian di beberapa wilayah di Kabupaten Malang. Hasilnya, Erry berhasil diciduk polisi saat berada di rumahnya.








Dari keterangan tersangka, selama ini dia mendapatkan barang haram tersebut dari salah satu jaringan yang ada di daerah Pandaan. Untuk mendapatkan barang haram yang sudah dia jual sejak beberapa bulan lalu itu, ia menggunakan sistem ranjau. 







Sistem ranjau artinya barang diletakkan secara random di tempat yang sudah disepakati. Biasanya, ditempatkan di bawah tiang listrik, tempat sampah, pinggir jalan sepi, hingga lahan kosong. “Masyarakat umum terutama pekerja sopir dijadikan sasaran tersangka untuk menjual sabu-sabu,” jelasnya, Senin (22/10). 







Kepada penyidik, pria 34 tahun itu mengaku, dirinya mendapat pasokan sabu-sanu dari pria berinisial D yang berada di daerah Pandaan. Dari pendalaman polisi, peredaran narkoba di Kabupaten Malang memang dikendalikan oleh jaringan asal Madura, Pasuruan, dan Pandaan. “Dari informasi yang kami himpun, jaringan narkoba di Kabupaten Malang dikendalikan dari balik jeruji tahanan,” tambah Suryadi.







Selain mengamankan tersangka, dari hasil penggeledahan polisi juga menemukan beberapa barang bukti. Mulai dari seperangkat alat hisab alias bong, delapan poket sabu sebarat 10,10 gram, dan handphone yang selama ini digunakan untuk transaksi sabu, turut diamankan polisi.








Tersangka dijerat pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 dan 2 Undang-undang nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika. “Ancaman maksimal 15 tahun penjara,” katanya. 








Di wilayah hukum Polres Malang, ada beberapa wilayah yang masuk zona rawan peredaran narkoba. Diantaranya, Kecamatan Dampit, Gondanglegi, Turen, Lawang, Sumbermanjing Wetan (Sumawe) yang menjadi kategori daerah rawan peredaran narkotika. “Rata-rata kasus sabu dan ganja,” tandasnya.







 







(tik/JPC)