MALANG KOTA – Memulai hari pertama kerja, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang mendapat hadiah dari pendemo. Tak tanggung – tanggung dalam kurun waktu bersamaan, 2 aksi demo dari Aliansi Mahasiswa Malang Bersatu (AMMB) dan Aliansi Rakyat Menggugat (ALARM) berkumpul di depan Balai kota Malang hari ini, Selasa (25/9).

Menanggapi aksi pendemo, Wali Kota Malang Sutiaji naik ke pick up dan menyambut pendemo dari aksi damai AMMB tersebut. Peserta aksi meminta Sutiaji membacakan tuntutan mereka sebanyak 19 tuntutan dengan lantang.

“Terimakasih, kalau diberi hadiah kan terimakasih. Ini menunjukkan bahwa kami siap beraudiensi dengan siapapun, walaupun sebetulnya tuntutan mereka itu bukan urusan kami, sifatnya nasional. Artinya ada 19 permintaan agenda dan itu bukan domain kami. Bukan domain pemerintah sini,” ujar Sutiaji, ditemui terpisah usai audiensi dengan pendemo.

Di sisi lain, puluhan sopir angkot dari komunitas ALARM juga beraksi untuk menuntut penolakan penggusuran sub-terminal Arjosari – Tidar (AT) yang berada di kawasan Tidar, Kota Malang.

“Kalau untuk mikrolet, saya belum tahu permasalahannya. Nanti kita tanya, saya tadi tanya penggusuran kaitannya dengan pak Satpol PP ‘tidak ada pak’. Hanya saja saya akan melakukan pembicaraan ini, nantinya akan kita konfirmasi,” tandas mantan Wakil Wali Kota Malang tersebut.

Pewarta: Arifina
Penyunting: Kholid Amrullah
Fotografer: Arifina