Ngaku Presiden, Siapa Sebenarnya Achmad Mujais?

MALANG KOTA – Lantas siapa sebenarnya Achmad Mujais? Jawa Pos Radar Malang mulai kemarin, pukul 14.00–19.00, nyanggong di rumah dan kantor Achmad Mujais di Perum Royal Janti Residence. Namun, oleh Munawar, pengurus koperasi, koran ini dihalangi-halangi. ”Beliau (Mujais) sedang rapat penting. Tidak bisa diganggu,” tegas Munawar, kemarin sore.

Ketika wartawan koran ini berniat untuk menunggu hingga rapat selesai, Munawar mengungkapkan tetap tidak bisa. ”Kalau mau bertemu Pak Mujais harus membawa surat resmi yang berisikan keperluannya seperti apa. Tidak bisa langsung bertemu,” terangnya.

Awalnya ketika datang, wartawan koran ini disuruh untuk mengisi buku tamu terlebih dulu. Dalam buku tamu tersebut terdapat isian nama, instansi, keperluan, tanggal, jam kedatangan, serta tanda tangan pengisi. Terlihat juga dua pegawai Pengadulan Negeri Kota Malang yang baru saja mengisi buku tamu tersebut sebelum wartawan koran ini datang.

Dari keterangan Sutari, salah satu anggota Koperasi Indonesia, Achmad Mujais memang diyakini presiden RI yang sah. Karena sebelum tahun 2014, Indonesia masih belum punya kepala negara. Yang ada hanya kepala pemerintah, yakni presiden.

Begitu tahun 2014, Mujais mendeklarasikan diri sebagai presiden dengan membentuk Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Negara Republik Indonesia. Peran pria yang pernah mencalonkan diri sebagai wali kota periode 2010–2015 itu sebagai kepala negara. ”Karena beliau itu keturunan Raja Majapahit,” terang Sutari dengan enteng.

Mengetahui ada anggotanya yang disebut makar, Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan memilih meminta waktu. ”Saya mau cek di kantor dulu. Nanti saya pelajari,” ujarnya.

Pewarta: Daviq Umar
Penyunting: Abdul Muntholib
Foto: Istimewa