Ngaku Keturunan Wali, Ngaku Bisa Gandakan Uang, Endingnya Sikat Uang Rp 200 Juta

KEPANJEN – Warga Kabupaten Malang harus lebih waspada dalam mempercayai orang. Karena jangan sampai kasus penipuan dengan modus gendam yang terjadi kepada Muslih, warga Dusun Legok RT 4 RW 2
Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang ini terjadi pada yang lain.

Penipuan dengan modus gendam yang marak lagi di Kabupaten Malang ini dilakukan oleh pelaku bernama Amar alias Asep, pria asal Kampung Kabuyutan, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Punya banyak akal, pelaku menggunakan kata-kata bohong agar korban percaya kalau dia bisa menggandakan uang. “Pelaku mengaku keturunan wali,” ungkap Kasubbag Humas Polres Malang, Ipda Eka Yuliandri Aska.


Amar juga menjanjikan bisa memberikan perhiasan harta karun yang dimunculkan secara ghaib. “Modus pelaku meminta sejumlah uang mahar dengan janji bisa dijadikan milyaran rupiah,” beber Aska.

Ia menjanjikan kepada korban sumber uang yang tidak akan habis diambil hingga 7 turunan. Pelaku juga meyakinkan Muslih dengan tipu daya ritual dengan menggunakan perhiasan emas. “Perhiasan itu sebenarnya palsu,” sebut Kasubbag Humas Polres Malang. Muslih pun semakin tergiur dengan ajakin itu dan sudah kepalang percaya dengan pelaku.

“Total sudah 10 bulan korban kena tipu daya pelaku,” kata Aska.

Tapi naas, setelah berbulan bulan, korban pun baru menyadari tipu daya pelaku setelah korban membuka koper yang dijanjikan berisi uang dan perhiasan ternyata hanya berisi potongan kertas, amplop kosong dan perhiasan emas yang ternyata hanyalah perhiasan imitasi. Akibat kejadian ini, Muslih pun harus rela merelakan uangnya yang berjumlah Rp 200 juta amblas.

Alat alat ritual seperti duporatus, kemenyan, tasbih besar, patung dan berbagai perhiasan emas imitasi digunakan pelaku dalam meyakinkan korban.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting: Kholid Amrullah
Fotografer: Elfran Vido