Nekat Tambang Pasir, Seorang Warga Bojonegoro Diamankan | JawaPos.com

Nekat Tambang Pasir, Seorang Warga Bojonegoro Diamankan | JawaPos.com

JawaPos.com – Jajaran Satreskrim Polres Bojonegoro mengamankan seorang penambang pasir ilegal di Desa Sambeng, Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro. Dalam penangkapan ini, disita dua unit ekskavator yang digunakan pelaku untuk menambang.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli mengatakan, penangkapan terhadap pelaku berawal saat petugas melaksanakan operasi tambang pasir di Desa Sambeng. Sewaktu penyisiran, anggota mendapat salah satu penambang pasir ilegal atau tidak dilengkapi izin.

Berdasarkan informasi masyarakat, pertambangan tersebut diduga tanpa dilengkapi perizinan. Kemudian, pihaknya melakukan penyelidikan ke lokasi. “Ternyata benar, petugas mendapati kegiatan penambangan pasir dan tanah urug secara mekanik dengan menggunakan dua unit ekskavator,” terangnya.

Dari keterangan sejumlah saksi di lokasi penambangan diketahui, pelaku penambangan atau pemilik dari tambang pasir darat dan tanah urug tersebut adalah TBR, 40, warga desa setempat. Selanjutnya petugas mengamankan pemilik tambang, berikut sejumlah barang bukti untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.



“Pasir tanah galian tersebut dijual dengan harga Rp 110 ribu per rit, kepada para sopir truk yang datang ke area penambangan. Saat ini, pelaku telah kita amankan beserta barang bukti,” kata Ary Fadli, di Bojonegoro, Senin (23/7).

Adapun barang bukti yang turut diamankan petugas berupa dua unit ekskavator beserta kunci, uang tunai Rp 800 ribu dari hasil penjualan pasir atau tanah urug, satu unit truk warna kuning beserta kunci dan satu buah buku catatan hasil penjualan pasir atau tanah.

Atas perbuatannya, pemilik tambang tersebut disangka melaggar Pasal 158 UU RI Nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan. “Pelaku diancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan denda paling banyak sepuluh miliar rupiah,” tegasnya.

(yud/JPC)