Nasib Warga Kampung Air Bergantung Kondisi Tanggul Baswedan

 Nasib Warga Kampung Air Bergantung Kondisi Tanggul Baswedan

JawaPos.com – Nasib warga RW 06 Kampung Air, Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan bergantung pada kondisi tanggul agar rumah mereka tidak terendam banjir. Khususnya saat hujan deras melanda di wilayah setempat dan kawasan hulu.

Dua tanggul di Jatipadang yang dinamai warga sekitar sebagai ‘Tanggul Anies’ dan ‘Tanggul Baswedan’ masing-masing pernah jebol. Tanggul Baswedan pernah mengalami jebol pada Oktober 2017 lalu. Tanggul tersebut jebol beberapa kali karena hanya diturap dengan karung pasir.

Sedangkan, Tanggul Anies tergerus di bagian fondasinya pada pekan lalu, Minggu (31/3). Penanganan semantara dilakukan penutupan dengan karung pasir dan pemasangan kayu-kayu dolken. Kemudian, Sudin Sumber Daya Air Jakarta Selatan memperbaiki tanggul dengan mengecor semua fondasi tanggul.


Pantauan JawaPos.com di lokasi, lebar dari Kali Pulo yang berada RW 06 di Jatipadang mencapai dua meter. Kali itu berbatasan langsung dengan tembok-tembok rumah warga. Kedalaman kali sendiri mencapai 2 meter lebih. Sementara kontur tanah permukiman warga menjorok dari selatan ke utara.

Kondisi itu sangat memungkinkan permukiman warga sekitar banjir, apabila debit air di Kali Pulo meninggi dan arus air dari hulu sangat deras. Apalagi, jika tanggul penahanan luapan kali tergerus atau jebol.

Koordinator Lapangan Pemeliharaan Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air, Ahmad Rosadi Esay mengatakan, keberadaan rumah warga yang bersentuhan dengan kali membuat aliran air tersendat. Apalagi, diatas turap kali didak untuk halaman rumah sekaligus dan jembatan penyeberangan.

“Ya kondisinya sudah tidak layak. Karena rumah-rumah berbatasan langsung sama kali. Tapi yah gimana lagi,” ujarnya saat ditemui JawaPos.com di lokasi, Minggu (7/4).

Ia mengatakan, Tanggul Anies memiliki panjang 27 meter. Sementara panjang tanggul yang tergerus mencapai 3,8 meter. Agar tidak kembali merembes yang mengakibatkan banjir, fondasi di Tanggul Anies dilakukan pengecoran.

“Pas luapan kemarin, bawah turap fondasi tidak kuat menahan air. Jadi, kami mengecor semua fondasi tanggul. Hari ini selesai. Mudah-mudahan sudah kokoh,” ujarnya.

Sementara itu, warga terdampak banjir di RT 03 RW 06, Kusni, 58, mengaku tidak masalah jika permukaan kali didak untuk halaman rumah sekaligus jembatan.

Menurutnya, apabila tanggul di Jatipadang ambruk atau merembes, maka pemukiman warga di RT 03 dan RT 14 RW 06 Jatipadang terendam banjir mencapai 1 meter. Dikatakannya, warga akan mengungsi di masjid terdekat apabila rumahnya tergenang air.

“Air sampai masuk ke rumah. Ada motor warga yang hanyut sampai tembok rumah warga jebol. Tapi kalau di sini (RT 03) tidak begitu banjir. Kalau di bagian bawah (hilir) di sana parah. Karena kalinya semakin sempit, jadi air balik lagi,” tuturnya.

Sebelumnya, tanggul di Jatipadang tergerus saat hujan deras Minggu (31/3) lalu. Akibatnya, permukiman warga di Kampung Air tergenang air mencapai satu meter. Puluhan jiwa pun mengungsi ke lokasi yang aman.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Wildan Ibnu Walid