Napak Tilas Ulama Pejuang dan Membaca 1 Miliar Salawat Nariyah Sinergi Jawa Pos

Napak tilas ini sebagai wujud penanaman rasa nasionalisme kepada para santri. Acara dikemas Ma’arif Kreatifitas Camp ini, tak kurang 700 pelajar mulai dari MI, MTS dan MA se-Kabupaten Mojokerto di kerahkan mengikuti agenda setahun sekali tersebut.

Acara yang digagas LP Ma’arif NU Kabupaten Mojokerto itu diawali sejak Sabtu (21/10) pagi dengan napak tilas menuju makam KH Ahcyat Chalimy. Kemudian dilanjutkan menuju tiga pos yang sudah di tunjuk hingga finis di gedung PCNU Kabupaten Mojokerto di Jalan Raya RA Basuni, Sooko. Dalam camp kali ini, para santri juga diberikan materi tentang wawasan kebangsaan, ke-NU-an hingga aswaja.

Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Mojokerto, Lukman Sugiharto Wijaya mengatakan, acara kali ini bertujuan untuk memberikan nilai-nilai ke-NU-an kepada para santri. Di mana, para kiai terdahulu mempunyai peran besar dalam merebut kemerdekaan dari penjajah.

Peran tersebut ditandai dengan peristiwa resolusi jihad yang berlangsung tepat 20 hari sebelum meletusnya peristiwa 10 November. ’’Tidak hanya intelektualitas tinggi, santri juga harus mempunyai loyalitas dan militansi terhadap bangsanya untuk mempertahankan NKRI,’’ terangnya.



Tidak hanya tentang sejarah, para santri juga diajarkan tentang kepramukaan. Lalu, diwajibkan mengamalkan membaca salawat nariyah 1 miliar Sabtu malam . Puncaknya, para santri diajak mengikuti upacara di halaman PCNU bersama ribuan santri dan para ulama se-Kabupaten Mojokerto, Minggu (22/10). 

(mj/far/ris/JPR)