Nanik Safi tri, Duta Difabel KPU Kabupaten Malang 2018

KPU Kabupaten Malang mengandalkan peran Nanik Safi tri. Dari perempuan berusia 57 tahun itu, keterlibatan 4.969 difabel dalam agenda Pilgub 2018 sangat diharapkan

KPU Kabupaten Malang mengandalkan peran Nanik Safi tri. Dari perempuan
berusia 57 tahun itu, keterlibatan 4.969 difabel dalam agenda Pilgub 2018 sangat diharapkan.

SATU tongkat penyangga kaki (kruk) menjadi teman setia Nanik Safitri. Ditemui koran ini Selasa (8/5) di Sekolah Alam MI Bilingual Al Ikhlas di Desa Sengguruh, Kepanjen, dia juga ditemani kruk. Meski langkahnya tak secepat yang lain, dia tetap bersemangat mengikuti pelatihan membuat batik. Seluruh tahapan dia ikuti dengan serius.

Dia memang terkena polio sejak berusia 4 tahun. Itu membuat kondisi kedua kakinya mengecil. Meski sering mengalami kesulitan saat berjalan, Nanik tak pernah patah semangat. Dia pun tetap aktif dalam organisasi penyan dang disabilitas yang ada di Malang Raya. Terbaru, istri dari Slamet Riyadi ini menjabat sebagai Humas Difabel Motorcycle Indonesia (DMI) Kabupaten Malang. Keaktifannya dalam berorganisasi itulah yang mengantarkan Nanik menjadi Duta Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018. ”Waktu itu kebe tulan ada undangan dari KPU Kabupaten Malang untuk melaksanakan sosialisasi terkait Pilgub 2018 karena saya aktif di organisasi menjadi wakil teman-teman saya untuk datang ke sana,” kata Nanik. Dia yang juga didampingi rekanre kannya dari Forum Malang Inklusi (FOMI) tak mengira jika KPU Kabupaten Malang langsung memintanya menjadi Duta Pilgub 2018. ”Karena pada saat itu rekan-rekan saya tidak ada yang berkenan sehingga saya yang diminta mewakili dan men jadi representasi relawan demo krasi dari kalangan difabel untuk KPU Kabupaten Malang,” papar dia.

Menyandang predikat baru, tugas tam bahan sudah menunggunya. Nanik di harapkan mampu mengajak rekanre kannya untuk berkontribusi menyampaikan suaranya dalam pesta de mokrasi. ”Yang sering ter jadi di lapangan, teman-teman (penyandang disabilitas) memang enggan datang ke tempat pemu ngutan suara (TPS) karena tempatnya yang kurang bersahabat dengan kondisi fi sik mereka,” sambung perempuan yang juga menjadi pedagang di Pasar Kepanjen tersebut. Meski hanya bertugas melakukan so sialisasi, kerja keras tetap harus dia lakukan. Karena dari reka pitulasi KPU Kabupaten Malang, total ada 4.969 difabel yang mendapat hak pilih dalam Pilgub 2018. Ditemani suaminya menggunakan sepeda motor, Nanik sudah berkunjung ke beberapa de sa. ”Bisa sampai ke Dampit, Tir toyudo, dan Ampelgading. Pokoknya kalau ada info difabel yang belum ter daftar pasti saya datangi,” ujarnya.


Selain door-to-door, Nanik juga selalu me nyisipkan pesan kepada rekan-rekan nya saat ada agenda pertemuan. ”Saya juga berkoordinasi dengan KPU, kira-ki ra apa saja yang dibutuhkan para difabel di TPS tempat mereka mencoblos nanti,” terang Nanik. Tidak ada ongkos ja lan yang diberikan KPU pada Nanik. Se mua kegiatan kunjungan dan sosialisasi yang dia lakukan sepe nuhnya ber sifat sukarela. Sebelum pelaksanaan Pil gub pada 27 Juni, perempuan kelahiran 29 April 1961 ini me ngaku bakal terus membantu KPU un tuk menjangkau penyandang di sabilitas di pelosok Kabupaten Malang.

pewarta :Farik Fajarwati
penyunting:Bayu Mulya
copy editor :Dwi Lindawati
foto : Bayu Eka