Nadira Zahra, Pelukis Muda Beraliran Abstrak Sinergi Jawa Pos

Lukisan acrilic on canvas berukuran 100 x 100 sentimeter itu, tertata apik di deretan pameran lukisan Sungging Adi Linuwih #3 di Pohkecil Hall, Dlanggu. Bertema halilintar, karya perupa berusia 10 tahun ini mampu mencuri perhatian para pengunjung. Ya, karya beraliran abstrak ini sangat berani memainkan warna.

Warna yang membalut kanvas itu sangat mencolok. Mulai dari gradasi warna hitam pekat, merah, hijau, biru teraduk menjadi pewarnaan yang sangat indah. Sementara, warna putih nampak tercecer diagonal.

Nadira bukan kali pertamanya mendapat apreasi saat pameran. Beberapa kali menggelar pameran, tak sedikit penikmat seni yang memujanya. Lukisannya selalu menunjukkan keluguan dan kejujuran seorang bocah. ’’Sudah empat kali ikut pameran,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Siswa kelas IV di SDN Sooko I ini, menuturkan, untuk menyelesaikan satu lukisan itu, ia hanya membutuhkan waktu tak lebih dari satu jam. Sangat singkat bagi sebagian orang dalam menghasilkan karya.



Nadira mengaku, selama berkarya di seni rupa, ia sudah memiliki 40 karya. Ia bercita-cita menggelar pameran tunggal dan memajang seluruh karyanya dalam satu ruangan. ’’Inginnya tunggal. Tapi, sementara ingin pameran dengan dua orang dulu,’’ katanya malu-malu.

Orang tua Nadira, Indra Tri Kurniawan, menceritakan, anak keduanya itu mulai memiliki sense seni rupa sejak usia masih kanak-kanak. Bahkan, saat masih duduk di bangku TK, Nadira sudah mampu meraih juara tingkat kabupaten.

Selain itu, ujar Indra, hobinya tersebut didukung dengan lingkungan perumahan. Tinggal di BSP Regency, Sooko, Kabupaten Mojokerto, anaknya lebih memilih bermain di dalam rumah. ’’Kebetulan, dia juga takut gelap-gelap. Jadi, daripada bermain di luar rumah, mendingan main cat aja di dalam rumah,’’ tegasnya.

Rupanya, solusi bermain cat di rumah itu cukup manjur. Nadira justru kerap menghabiskan waktunya bersama cat dan kanvas. ’’Sampai sekarang, belum pernah belajar khusus seperti les melukis dan sebagainya. Semua karena pengalamannya sendiri,’’ papar Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Mojokerto ini. Indra hanya memberikan dukungan agar bakat anaknya terus berkembang hingga mampu menggelar pameran tunggal. 

(mj/ron/ris/JPR)