Musim Kawin Tiba, Petani Mawar Bahagia

KOTA BATU – Salah satu komoditas pertanian yang bakal menggasak keuntungan besar di musim kemarau adalah petani bunga mawar. Pasalnya bunga mawar merupakan jenis tanaman yang sangat sensitif dengan hama, terutama saat musim hujan. Hama kerap kali membuat petani buntung.

Salah satu petani bunga mawar asal Sumberjo, Kecamatan Batu, Wantoni mengatakaan saat musim hujan kemarin ia setiap harinya hanya mampu memetik 200 tangkai. Padahal saat musim kemarau ini, sekali petik di lahannya yang berukuran 500 meter persegi tersebut bisa sampai 400 tangkai. Akibatnya penghujan lalu ia minim pengiriman.

“Kalau saat ini kita pengiriman seminggu bisa 3 sampai 4 koli (pengiriman jenis bunga mawar campuran) ke Bali. Satu koli bisa Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu,” tegasnya.

Hitungan rupiah tersebut mengacu pada harga pertangkai antara Rp 1000 sampai Rp 5000. Namun untuk yang bertangkai pendek hanya Rp 500 per tangkai. Harga yang dipatok juga tergantung warna bunga mawarnya. “Paling mahal ya mawar putih jenis holand, bisa sampai Rp 5000. Jenis itu kalau musim hujan sering busuk,” tambah dia.

Sementara Supplier bunga mawar asal Kota Pasuruan, Shalahuddin Al Ayubbi saat ditemui radarmalang.id di waktu yang sama mengatakan telah berjualan selama kurang lebih 7 tahun. Diakuinya memang saat musim kemarau, bunga mawar kualitasnya semakin baik. Sehingga saat ia melakukan ekspansi ke daerah Kota Palembang, pelanggan sangat puas.



Dalam waktu dekat, bunga mawar juga ia prediksi akan banyak diminati. Pasalnya di musim kemarau ini bertepatan dengan usainya bulan Ramadan. “Biasanya setelah Idul Fitri dan Idul Adha itu musim kawinan (nikahan) banyak yang cari bunga mawar,” katanya.

Ia menambahkan larisnya bunga mawar kemungkinan ada diantara bulan Juli, Agustus, September, dan Oktober. “Itu bulan-bulannya mawar banyak dicari buat dekor, kalau barangnya banyak harganya bisa stabil. Tapi kalau nggak ya per batang aja biasanya 1000 bisa 3000,” tandasnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Miftahul Huda
Penyunting: Fia