Musim Hujan, Stroberi di Kota Batu Langka, Harga pun Naik

Buah stroberi di Batu kurang produktif di musim hujan

KOTA BATU – Hujan yang kerap mengguyur Kota Batu belakangan ini berimbas pada kelangkaan buah stroberi. Pasalnya, cuaca seperti ini menjadikan stroberi banyak yang busuk.

Hal itu membuat petani harus putar otak untuk meningkatkan perekonomiannya. Salah satunya yang dialami para petani stroberi di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

Ketua Bumdes Raharjo Desa Pandanrejo, Muklas Rofiq menyatakan perawatan stroberi yang mahal dengan keadaan hasil panen di musim penghujan berkurang. Alhasil para petani harus menaikkan harga stroberi.

“Stroberi ini tanaman manja, nggak boleh terlalu banyak kena sinar matahari dan nggak boleh terlalu banyak kena air juga. Kalau musim hujan gini harga naik, perawatannya kan mahal,” ujarnya.

Jika biasanya harga stroberi per kilo gramnya Rp 60ribu, saat ini naik hingga Rp 70 ribu/kg. Naiknya harga tersebut juga dipicu dari banyaknya buah yang busuk saat panen.

“Kalau musim hujan gini misal panen 1 kwintal, itu yang bagus paling cuma 10 kg saja. Banyak yang busuk,” imbuhnya.

Meski begitu, petani tetap berusaha menghadirkan buah stroberi kualitas bagus untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan masyarakat ataupun wisatawan.

“Kita tetap pilihkan yang kualitas terbaik, agar wisatawan dan masyarakat tetap bisa menikmati buah ini. Ya walaupun tidak sebanyak biasanya,” pungkas dia.

Pewarta: Arifina
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto: Arifina