Mulai Tahun Ini, Akta Cerai Bisa Dikirim via Pos

 

MALANG – Pengadilan Agama (PA) Kota Malang berinovasi. Salah satunya soal akta cerai yang bisa dikirim via pos.

Sebelumnya, untuk akta cerai, pihak yang berperkara harus mengambil langsung di Pengadilan Agama.

Untuk layanan antar akta cerai ini, PA Kota Malang bekerjasama dengan PT Pos Indonesia.

“Kami ingin membantu pencari keadilan dalam pengambilan akta cerai, terutama bagi mereka yang berdomisili di luar kota Malang,” tukas Saiful Karim, Kepala PA Kota Malang, ditemui Jumat, (24/1) saat Rapat Koordinasi (Rakor) PA se Jawa Timur di Hotel Grand Cakra Malang.

Otomatis, masyarakat tak perlu datang ke kantor untuk mengambil berkas akta perceraian. Prosesnya, pencari keadilan hanya perlu mengisi form. Akta perceraian pun bakal akan diantar oleh petugas PT Pos Indonesia sesuai alamat yang diinginkan.

“Mereka tinggal membayar biaya ongkos kirim. Itu pun murah hanya Rp 20 Ribu sampai Rp 25 Ribu saja. Akta perceraian sudah sampai di rumah, tidak perlu ke kantor PA. Tapi tetap harus membuat surat kuasa pengambilan dan pengiriman,” tambah Saiful.

Selain meluncurkan inovasi akta cerai via pos, untuk mempermudah pelayanan, PA Kota Malang juga meluncurkan tiga inovasi baru.

Pertama ada SIMPEL (Sistem Informasi Persuratan Elektronik). SIMPEL ini berguna untuk register data surat masuk ataupun keluar secara elektronik. SIMPEL bakal mengadministrasikan surat-surat milik pencari keadilan.

Kantor PA Kota Malang juga mempunyai asisten virtual bagi pencari keadilan, bernama AVIKA (Asisten Virtual Informasi Perkara).

AVIKA memberi nfo kepada masyarakat tentang perkara yang dia punya. Mulai syarat-syarat mengajukan gugatan, status perkara sudah sampai dimana sampai
keputusan sidangnya sudah ada atau belum.

AVIKA ini berupa hotline yang bisa diakses lewat Whatsapp. Nantinya, AVIKA bisa memberi tiga layanan: alamat, daftar dan perkara. Alamat untuk mengetahui alamat dan kontak PA. Daftar untuk mengetahui syarat pendaftaran perkara dari masing-masing jenis. Terakhir yang paling berguna yakni perkara, untuk tahu status perkara pencari keadilan seperti informasi perkara, jadwal sidang, data putusan, data akta cerai sampai data keuangan.

“Keduanya ini punya fungsi sama, untuk memudahkan pihak berperkara dalam mencari informasi perkara mereka. Yang tujuan kita hanya satu, kemudahan pelayanan publik, jadi tidak semua harus ke PA, karena semua itu bisa dimonitor lewat SMS, Whatsapp ataupun aplikasi,” kata Saiful. AVIKA ini bisa langsung dikontak gratis, dan beroperasi nonstop selama 24 jam.

Layanan itu semua juga dijadikan satu dalam bentuk Case Card, sebuah kartu yang diberikan PA kepada pihak berperkara sebagai identitas atas perkara yang mereka daftarkan.

Kartu ini diberikan kepada pihak saar mereka mendaftarkan perkaranya. Case Card juga dilengkapi NFC atau Near Field Communication.

“Fungsi Case Card ini untuk antrian sidang hingga pengambilan produk pengadilan. Kalau mereka mau antri tinggal tempel dapat nomor, selesai. Kami sudah uji coba juga, dimana sejauh ini belum ada kendala dan semoga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara maksimal,” tutupnya.

PA meluncurkan empat program ini murni inovasi demi upaya untuk memperbaiki pelayanan. Keempat program ini juga menjawab perkembangan teknologi yang kini masuk di era industri 4.0.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido

Editor : Indra M