MUI: Stop Posting Gambar Tak Pantas

”Masyarakat perlu terlibat secara lebih luas dalam memanfaatkan media sosial untuk kemaslahatan umum. Salah satunya tidak mem-posting foto-foto tidak pantas di akun pribadi, apalagi di ruang publik (grup media sosial),” - Sekretaris MUI Kota Malang, Baroni.

MALANG KOTA – Bila Anda mengamati media sosial (medsos), apakah itu Facebook, Instagram, atau WhatsApp, banyak sekali berseliweran gambar-gambar yang ”tak pantas”. Lalu, bagaimana Islam memandang itu?

Gambar-gambar ”tak pantas” itu bisa berupa foto pasangan bukan suami istri yang mengumbar kemesraan di depan umum. Tapi, bisa pula konten gambar yang mengumbar aib orang lain.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang Baroni mengatakan bahwa umat Islam harus bijak saat menggunakan medsos. Yang pertama, jangan sembarangan membuat gambar tak pantas lantas mengunggahnya ke medsos. Meski niat dibuatnya gambar itu untuk menghibur orang lain.

”Mulailah dari diri sendiri. Jangan membuat, jangan posting,” kata Baroni kemarin (23/5).

Kemudian, ketika dapat kiriman gambar yang tak pantas itu, sebisa mungkin si penerima mengingatkan si pengirim. Jangan malah menyebarluaskan gambar-gambar tak pantas itu dengan diunggah ulang.

”Hal-hal yang demikian itu (bijak bermedia sosial) tidak hanya perlu diperhatikan selama Ramadan, di luar Ramadan pun harusnya demikian,” tegas Baroni.

Dia menegaskan, semua pihak, baik ulama, pemerintah, maupun masyarakat umum harus terus menyosialisasikan penggunanaan medsos yang bijak. Medsos harus bisa digunakan untuk kemaslahatan umat.

Implementasi tersebut tidak akan terlaksana bila pemahaman masyarakat terhadap media sosial belum utuh.

”Masyarakat perlu terlibat secara lebih luas dalam memanfaatkan media sosial untuk kemaslahatan umum. Salah satunya, tidak mem-posting foto-foto tidak pantas di akun pribadi, apalagi di ruang publik (grup media sosial),” terang dia.

Adapun dalilnya, dia memaparkan, Abdullah ibn Amr RA dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, ”Orang muslim adalah orang yang mampu membuat rasa aman orang lain, dengan menjaga lisan dan tangannya. Sedang orang yang hijrah adalah seseorang yang berpindah guna menjauhi hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

”Jadi, mem-posting foto tak pantas ke ruang publik sosmed merupakan ajaran Rasulullah, yakni menjaga tangan agar tidak sembarang posting. Itu juga bagian dari hijrah,” tutup dia.

Pewarta: Elly Kartika
Penyunting: Indra Mufarendra
Copy Editor: Arief Rohman