Muhammad Rizal: Gunakan Hak Pilih Sesuai Hati Nurani

Muhammad Rizal: Gunakan Hak Pilih Sesuai Hati Nurani - JPNN.COM

jpnn.com, TANGERANG – Kepala Biro Sekretariat Pimpinan MPR, Muhammad Rizal, SH, MSi, mengingatkan masyarakat agar menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019 secara bertanggung jawab. Menggunakan hak pilih bukan atas dasar iming-iming dan kepentingan tertentu.

“Kita harapkan dengan adanya Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden, masyarakat mempunyai pilihan dan mempunyai tanggung jawab atas pilihan itu bukan atas dasar kepentingan tertentu atau iming-iming, karena kita mencari pemimpin Indonesia ke depan. Kalau salah memilih pemimpin menjadi tanggung jawab pemilih,” kata Muhammad Rizal usai Temu Tokoh Nasional/Kebangsaan kerjasama MPR dengan Yayasan Pendidikan Islam H. Jahrudin Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang, Banten, di Gedung Serbaguna Kecamatan Curug, Minggu (5/8/2018).

Dalam Temu Tokoh Nasional/Kebangsaan ini Muhammad Rizal mewakili Ketua MPR dengan dihadiri sekitar 400 peserta dari kalangan tokoh masyarakat, alim ulama, lurah, kepala desa, kepala sekolah, dan majelis taklim.

Muhammad Rizal mengingatkan masyarakat yang menentukan siapa yang menjadi wakil baik di DPRD, DPR, DPD dan pemimpin nasional.



“Kita mencoba mengingatkan masyarakat agar mengetahui persis siapa yang akan memimpin, apakah anggota DPR, DPRD, anggota DPD, Presiden dan Wakil Presiden. Masyarakat yang akan menentukan,” katanya.

“Kita harapkan pilihlah sesuai hati nurani. Mana yang baik untuk kita. Jangan terpengaruh oleh hal-hal yang membuat kita lupa bahwa kita juga punya tanggungjawab kepada yang kuasa,” imbuhnya.

Dalam Temu Tokoh Nasional/Kebangsaan, Rizal juga menyebutkan berdasarkan Pasal 1 ayat 2 UUD NRI Tahun 1945, kedaulatan ada di tangan rakyat. “Menjadi hak rakyat untuk memilih. Kalau memilih orang atau wakil yang salah maka kesalahan ada pada pemilih. Jangan menjual kedaulatan. Pilihlah sesuai hati nurani,” katanya.

Karena itu Rizal menyebutkan pilihlah pemimpin yang amanah. “Lihat integritasnya, kompetensinya, kelebihan di bidangnya yang memperhatikan masyarakat sekitar dan amanah. Ini menjadi tanggungjawab pemilih jika memilih orang yang ternyata tidak amanah,” ujarnya.