Mudik Nataru Pakai Pesawat Diprediksi Turun 8,41 Persen

JawaPos.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi, penumpang udara pada periode Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru) mengalami penurunan sebesar 8,41 persen menjadi 5,28 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 5,76 juta penumpang. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kemenhub, Polana Banguningsih mengatakan, penurunan tersebut karena rampungnya pengerjaan infrastruktur jalan tol tahun ini.

“Ada penurunan secara total secara delapan persen, tapi lebih kecil dibandingkan Lebaran kemarin,” ujarnya di kantornya, Senin (9/12).

Meskipun demikian, Polana berharap adanya penurunan harga bahan bakar avtur di beberapa bandara dapat berdampak terhadap penurunan harga tiket pesawat. “Kami harap forecast itu salah karena itu berdasarkan asumsi dari tren,” imbuhnya.

Penurunan tren masyarakat beralih ke darat dari transportasi udara juga didukung oleh tidak aktifnya maskapai penerbangan Sriwijaya Air. Sehingga, saat ini terdapat 495 unit maskapai yang siap termasuk cadangan dan tersebar di 38 bandara.

Adapun jumlah kapasitas kursi yang tersedia pada 19 Desember hingga 6 Januari sebanyak 8,9 juta ke 494 rute untuk domestik dan internasional. “Dari kapasitas seat 17 persen-20 persen yang sudah terpakai. Tiket untuk maskapai besar sudah terjual 50 persen, yang lainnya baru 17 persen. Pengajuan extra flight per Desember ada 222 penerbangan,” katanya.

Sementara itu, total penumpang angkutan umum diprediksi sebanyak 16,41 juta orang atau menurun 0,18 persen dibanding periode yang sama sebelumnya. Di sisi lain, penumpang bus diprediksi naik 3,55 persen dari 1,69 juta menjadi 1,75 juta.

Penumpang angkutan kereta api diperkirakan naik 4,04 persen dari 5,68 juta menjadi 5,91 juta penumpang. Angkutan laut naik 1,84 persen dari 1,17 juta menjadi 1,19 juta penumpang. Sedangkan, angkutan penyeberangan naik 6 persen dari 2,13 juta menjadi 2,27 juta penumpang.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri