Mudik Lebaran, Jutaan Orang Bangladesh Tak Pedulikan Keselamatan

mudik lebaran

JawaPos.com – Mudik menjelang hari raya Idul Fitri bukan hanya dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Misalnya di Dhaka, Bangladesh orang melakukan mudik menggunakan kereta api, bus, maupun kapal feri.

Stasiun, terminal, dan pelabuhan terlihat penuh dengan puluhan ribu penumpang. Namun, demi mudik, kebanyakan dari penumpang tak memperhatikan keselamatan mereka.

Dari foto-foto yang diterbitkan oleh AFP, terlihat orang-orang menggantung di pintu kereta dan tidak sedikit yang naik ke atap kereta. Padahal, sekitar sepertiga dari Dhaka atau sekitar 20 juta penduduk biasanya meninggalkan ibu kota dua kali dalam setahun pada Idul Fitri dan Idul Adha.

Mudik Lebaran di tanah air jauh lebih baik daripada di Bangladesh. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Selain itu, dua serangan teror di Bangladesh selama Ramadhan dan Idul Fitri pada 2016 juga membuat panik masyarakat. Hal ini membuat aparat keamanan melakukan pengetatan di beberapa titik di Dhaka untuk memastikan keamanan pemudik dan lokasi shalat Idul Fitri.

“Sejauh ini tidak ada ancaman serangan dari kelompok tertentu selama Idul Fitri,” kata Komandan Polisi Metropolitan Dhaka, Asaduzzaman Mia dilansir dari Xinhua, Jumat (15/6).

Teror pada 1 Juli 2016 di bulan Ramadhan di sebuah restoran Spanyol di Dhaka, meninggalkan kenangan buruk bagi penduduk. Setidaknya 22 orang, termasuk 18 warga asing dan dua polisi tewas.

Beberapa hari kemudian, teroris menyerang masyarakat yang sedang melakuka shalat Idul Fitri. Kejadian ini menewaskan empat orang, termasuk dua polisi dan satu pelaku

(iml/JPC)