Motivasi Mahasiswa lewat Dunia Pewayangan

MALANG KOTA – Ada yang berbeda di sekitar gedung B Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) Sabtu malam (14/9). Keluarga besar FIA UB tampak mengenakan pakaian khas adat Jawa lengkap dengan replika keris.

Termasuk Dekan FIA UB Prof Dr Bambang Supriyono MS yang mengenakan set beskap dengan blangkon. Inilah suasana acara Gelar Seni Budaya Dies Natalis FIA UB ke-59. Di mana dalam acara ini digelar pertunjukan wayang kulit dengan dalang Ki Nur Hanif.

Ketua panitia pelaksana Andhyka Muttaqin menyampaikan, pertunjukan wayang kulit ini mengangkat kisah tentang Pendhadharan (digembleng) Siswa Sukolimo. Di mana inti dari cerita ini adalah penggemblengan Resi Durna kepada  Pandawa dalam seni pertempuran.

Jadi, agar tercapai, diperlukan kesungguhan dalam menempuh ilmu. ”(Intinya) tidak ada yang instan dalam menuntut ilmu itu, bahkan Pandawa juga digembleng oleh Resi Durna,” kata dia.

Sementara itu, Dekan FIA UB Bambang Supriyono berharap, mahasiswa FIA UB selain unggul di bidang keilmuan, juga mencintai budaya lokal. Jadi, dengan mendatangkan mahasiswa baru dalam pertunjukan wayang kulit, ke depan mereka juga turut berperan dalam melestarikan budaya. ”Kami tetap fokus perkembangan keilmuan, tapi juga budaya jangan dilupakan,” tandasnya.

Sedangkan dalam acara ini turut hadir Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Ismatul Khasanah, Perwakilan IKA UB Komisariat FIA UB Sri Hartati, sekitar 15 mahasiswa dan dosen dari Hiroshima Univestity, serta sekitar 200 mahasiswa baru FIA UB.

Sementara itu, ada beberapa kegiatan serangkaian acara dies natalis tersebut. Di antaranya, Brawijaya Tourism Forum, Gelar Seni Budaya Dies Natalis FIA 59, dan jalan sehat.

Pewarta : Eri
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Imam Nasrodin